Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
Sepakbola
21 jam yang lalu
Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
2
Pemain PSM Diminta Jaga Kebugaran Selama Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
3
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Viral Anak Ditulis Pembantu dalam KK, Ini Penjelasan Dukcapil
4
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
Umum
16 jam yang lalu
Ada Celah Nih! Ombudsman RI Minta Kepala Daerah Awasi Pembayaran THR
5
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
7 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
6
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Sepakbola
14 jam yang lalu
Joko Susilo Berburu Tiga Pemain Asing
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Uang Pemda Senilai Rp182 Triliun Parkir di Bank, Peringatan Keras Jokowi: Hati-hati!

Uang Pemda Senilai Rp182 Triliun Parkir di Bank, Peringatan Keras Jokowi: Hati-hati!
Jokowi saat marah di Sidang Kabinet. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 01 Mei 2021 20:46 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pemerintah Daerah untuk segera mencairkan uang yang disimpan di perbankan. Terutama untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Menurutnya, Pemerintah Pusat mengalokasi anggaran besar kepada Pemda untuk segera digunakan agar bisa ikut mendorong pemulihan ekonomi Nasional. Bukan untuk diendapkan di Bank.

"Gimana pertumbuhan ekonomi daerah mau naik kalau uangnya disimpan di bank? Hati-hati," ujarnya saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia dalam pertemuan virtual yang digelar secara tertutup di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (1/5/2021)

Oleh karenanya, ia pun mengajak seluruh provinsi, kabupaten maupun kota untuk segera membelanjakan anggarannya untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Saya sudah sampaikan bolak balik ke Mendagri untuk ingatkan semua daerah agar segera belanjakan APBD baik belanja aparatur, atau belanja modal. Tapi yang terpenting itu belanja modal," katanya.

"Ini disegerakan sehingga terjadi peredaran uang di daerah. Hati-hati Rp 182 triliun. Ini uang yang sangat guede sekali. Ini kalau segera dibelanjakan, uang akan berputar di masyarakat akan pengaruhi pertumbuhan ekonomi yang tidak kecil," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menyentil Pemda yang tidak maksimal dalam menggunakan anggaran. Padahal anggaran tersebut diharapkan bisa membantu pemulihan ekonomi di daerah.

Penggunaan anggaran yang tidak maksimal ini juga terlihat dari simpanan Pemda di perbankan yang mengalami kenaikan cukup besar sejak bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun sebelumnya.

"Ini jadi pembelajaran sehingga diharapkan Pemda bisa jadi motor penggerak pemulihan ekonomi di daerah menggunakan instrumen APBD, karena APBN sudah menggunakan langkah-langkah akselerasi belanja," ujar Sri Mulyani dalam Rakornas Pembangunan Pusat 2021.

Kementerian Keuangan mencatat hingga Maret 2021, dana simpanan Pemda di perbankan sebanyak Rp 182,33 triliun. Dibandingkan posisi Februari 2021 yang sebesar Rp 163,95 triliun, simpanan Pemda ini naik Rp 18,39 triliun atau 11,22%.

Jika dibandingkan dengan Maret 2020 yang sebesar Rp 177,52 triliun, simpanan dana ini naik Rp 4,81 triliun atau 2,71%.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Pemerintahan, Ekonomi, Peristiwa
wwwwww