Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
2
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
3
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
4
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
5
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2021

Hugo Gomes Merumput Pertama Kali di Benua Asia

Hugo Gomes Merumput Pertama Kali di Benua Asia
Hugo Gomes dos Santos Silva. (Foto: Madura United FC)
Jum'at, 07 Mei 2021 16:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MADURA - Gelandang asing Madura United FC, Hugo Gomes dos Santos Silva baru pertama kali merumput di Indonesia. Bahkan, dia membocorkan, bukan sebatas perdana di negara ini, melainkan pertama bergabung dengan klub dari Benua Asia.

Sebelumnya, karir pemain berusia 25 tahun itu hanya membela klub di Benua Eropa dan Amerika Latin.

Playmaker yang familiar disapa Jaja itu menyampaikan, sempat kaget dengan iklim sepak bola Indonesia, usai ikut tampil di turnamen Piala Menpora 2021 bersama Madura United. Menurutnya, sepak bola di Indonesia berbeda dengan di negaranya Brasil.

Pemain bernomor punggung 8 di Madura United itu mengungkapkan, sepak bola di Indonesia lebih mengandalkan kecepatan. Berbeda dengan di Negeri Samba yang tidak suka lama-lama menguasai bola.

“Sepak bola di Indonesia itu lebih mengandalkan kecepatan, suka lari, dan lari. Kalau di Brasil itu lebih suka sering mengumpan, tidak lama-lama menguasai bola, lebih ke teknik. Hanya satu atau dua pemain yang lama menguasai bola,” cerita Jaja yang diupload di laman klub, Rabu (5/5/2021).

Saat gelaran turnamen pramusim, ia belum bisa membawa tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini melaju dari penyisihan grup. Tapi, dia mampu mencatatkan statistik yang bagus. 

Di samping itu, gelandang Tim Nasional (Timnas) Brasil U20 di Piala Dunia 2015 ini kagum terhadap euforia sepak bola Indonesia dan cara suporter menghargai pemain sepak bola profesional.

“Senang saya di sini, banyak yang minta foto saat bertemu. Ini wujud penghargaan dan euforia sepak bola di Indonesia sangat luar biasa,” tandasnya.***

wwwwww