Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
11 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2021

Bambang Susanto, Antara Dedikasi dan Pengorbanan

Bambang Susanto, Antara Dedikasi dan Pengorbanan
Senin, 10 Mei 2021 22:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tahun ini klub Pacific Caesar Surabaya merayakan ulang tahun ke-53. Juga, sekaligus menandai ulang tahun ke-70 pemiliki klub tersebut yang dikenal dengan sapaan Suk Fuk. Dedikasi dan pengorbanan Bambang Susanto terhadap basket tanah air sudah tidak diragukan lagi. Semoga Suk Fuk tetap sehat dan mendampingi tim Pacific Caesar mengarungi kompetisi basket profesional tanah air.

Pacific Caesar tersebut didirikan oleh Suk Fuk pada tahun 8 Mei 1968. Saat itu, ia berusia 17 tahun. Pacific bisa disebut sebagai salah satu klub basket tertua di Indonesia. Klub ini pernah meramaikan persaingan di Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama), kemudian bergabung di Premier Basketball League (PBL). Pada PBL musim 2010-2011, Pasific Caesar menjadi runner-up. Setelah vakum beberapa tahun, Pacific akhirnya kembali ke kasta tertinggi bola basket tanah air, mulai NBL Indonesia dan terakhir berkomitmen mengikuti IBL hingga sekarang.

Tak hanya membuat klub sebagai wadah pembinaan bagi pemain-pemain Surabaya dan sekitarnya, Suk Fuk juga membuat GOR Pacific Caesar. Saat itu, kurang lebih di tahun 1994, beliau menyulap sebuah lapangan tenis di Raya Gading Pantai, Dukuh Sutorejo, Mulyorejo, Surabaya. Lapangan tenis ini kemudian dibagi dua. Satu sisi tetap dipakai tenis, dan satu sisi dijadikan lapangan basket. Begitu izin mendirikan bangunan keluar dari pemerintah setempat, akhirnya Suk Fuk membuat sebuah arena basket yang megah, dan kita kenal sekarang dengan GOR Pacific.

Suk Fuk punya komitmen yang besar terhadap perkembangan basket tanah air. Beliau mampu memberikan kesempatan pemain di daerah untuk menjadi pemain profesional. Tidak lupa memberikan beasiswa di perguruan tinggi bagi para pemainnya, agar mereka bisa tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Beliau tidak akan menggadaikan harga diri klub basketnya hanya demi uang. Justru ia mengeluarkan uang demi harga diri dan cintanya terhadap dunia basket.

Meski usianya sudah tidak muda lagi, dan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda. Suk Fuk masih punya semangat untuk mendampingi timnya di IBL Camp, di Robinson Cisarua Resort, Kabupaten Bogor. Beliau layak jadi panutan, terutama melihat kecintaannya terhadap olahraga ini. 

Suk Fuk, selamat ulang tahun, semoga sehat selalu, dan jayalah Pacific Caesar Surabaya. ***

wwwwww