Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
24 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
24 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
4
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
24 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
5
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
4 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
3 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tokoh OPM Imbau Provokasi kepada Masyarakat Dihentikan

Tokoh OPM Imbau Provokasi kepada Masyarakat Dihentikan
Ilustrasi dorongan Papua damai sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (foto: dok. ist. via tirto)
Senin, 10 Mei 2021 14:33 WIB
JAKARTA - Tokoh senior Papua yang juga pendiri OPM (Organisasi Papua Merdeka), Nicholas Messet menyatakan, saat ini tidak ada lagi keraguan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam membangun Papua. Karena itu, berbagai pihak yang selalu memprovokasi masyarakat agar menghentikan aktivitasnya.

Nick Messet, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa memang masih ada kelompok kriminal di Papua, tapi eksistensinya sudah semakin melemah menyusul tersebarnya OPM dalam empat faksi, yaitu KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dengan Presiden Victor Yeimo, ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) dengan Presiden Benny Wenda, OPM-TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) dipimpin Jeffrey Bolmanak, dan Kelompok NFRPB (Negara Federal Republik Papua Barat) dengan Presiden Forkorus Yaboisembut.

"Sekarang dengan pendekatan antropologi budaya yang dilakukan pemerintah pusat di Jakarta, pemberdayaan masyarakat adat dan hak-hak masyarakat adat di Papua harus menjadi perhatian. Orang Papua harus segera bangkit dari keterpurukan," kata Nick Messet dikutip GoNEWS.co dari antaranews.com, Senin (10/5/2021).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Papua, Badminton, Nasional, Metropolitan, Papua Barat
wwwwww