Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  PON

Dedi Buka Pandangan Ziarah Kubur jadi Model Wisata

Dedi Buka Pandangan Ziarah Kubur jadi Model Wisata
Ilustrasi ziarah kubur. (foto: dok. www.gonews.co)
Jum'at, 14 Mei 2021 14:42 WIB
JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Dedi Mulyadi, membuka pandangan ziarah kubur sebagai bagian dari wisata.

"Bolehkan ziarah kubur jadi wisata ziarah kubur? Apakah itu masuk wisata juga karena kan bisa disebut wisata religi," ujar politisi Golkar yang berlatar belakang Budayawan itu dalam pernyataan yang diterima GoNEWS.co, Jumat (15/5/2021).

Pandangan tersebut disampaikan Dedi di tengah kebingungannya mengenai larangan ziarah kubur di momen Lebaran Idul Fitri 2021. Pemerintah berdalih bahwa larangan diberlakukan guna mencegah lonjakan kasus Covid-19. Tapi di saat yang sama, kawasan wisata tetap dibuka dengan protokol kesehatan.

"Dari pengalaman, saya belum pernah melihat orang berdesakan antre masuk areal pemakaman untuk ziarah (seperti antrean yang kerap terjadi di kawasan wisata, red)," kata mantan Bupati Purwakarta itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, PON
wwwwww