Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Pengguna Angkot Pakai Masker, Tapi Dempet-Dempetan, Apa Kabar Corona?

Pengguna Angkot Pakai Masker, Tapi Dempet-Dempetan, Apa Kabar Corona?
Salah satu angkot trayek Muncul - Ciputat mengangkut banyak penumpang di H+1 Lebaran Idul Fitri 1442 H, Jumat (14/5/2021). (foto: www.gonews.co/zul)
Jum'at, 14 Mei 2021 18:35 WIB
TANGSEL - Protokol kesehatan berupa memakai masker dan menjaga jarak menjadi keharusan dalam adaptasi kebiasaan baru guna mencegah penyebaran virus Corona. Berbagai sektor wajib menerapkan prokes dan pengawasan juga kerap dilakukan, tapi bagaimana dengan penerapan prokes di angkutan umum (angkot)?

Pantauan GoNEWS.co di salah angkot rute Muncul - Ciputat, Tangerang Selatan, Banten pada Jumat (14/5/2021) atau H+1 Lebaran Idul Fitri, pengguna tampak tidak khawatir dengan jarak fisik antar penumpang. Kursi kiri terisi 5 orang, kursi kanan 3 orang plus 2 balita, kursi depan 1 orang dan batita plus supir, ditambah lagi satu orang di pintu karena memberikan kursinya pada penumpang lain.

Supir sudah dua kali bermaksud tak mengangkut dua penumpang terakhir. "Nggak muat," ujar supir. Tapi penumpang lain iba karena yang hendak naik menumpang adalah lansia pengemis. "Cukup, Bang," karena salah satu penumpang.

Setelah nenek tersebut masuk, calon penumpang lain yakni Ibu dan Balitanya juga hampir tak diangkut oleh supir. "Nggak muat," teriak supir sambil berlalu. Tapi salah satu penumpang lain minta mobil berhenti dan mempersilahkan Ibu tersebut masuk menempati kursinya sementara Ia mengalah dengan duduk di pintu. Sesekali Ia juga berdiri di pintu.

Semua penumpang di angkot tersebut mengenakan masker hingga mereka turun di Ciputat. Tak nampak raut dan sikap risih mereka karena harus berdesakan di tengah ancaman virus corona (Covid-19).

"Di kereta juga begini," kata Adam, salah satu penumpang.

Sepanjang rute tersebut, lalu lintas memang terpantau ramai, di beberapa titik bahkan terjadi kemacetan panjang, seperti di titik lokasi Pacuan Kuda, Pamulang. Bundaran Pamulang juga macet, lalu lintas ke empat arah ramai, saat itu.

Seperti diketahui, Indonesia saat ini tengah mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 menyusul ketibaan momen perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Larangan mudik diberlakukan oleh pemerintah, sehingga masyarakat lebih banyak yang berlebaran di tanah rantau termasuk di Tangsel sebagai salah satu daerah penyangga Jakarta. Mengutip kembali analisa yang mengemuka dalam sebuah diskusi di Media Center Parlemen beberapa waktu lalu, larangan mudik berpotensi meningkatkan perputaran uang di Jabodetabek.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Banten, PON
wwwwww