Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
23 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
21 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
4
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
23 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
5
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
21 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jokowi Diapresiasi Sana-Sini

Jokowi Diapresiasi Sana-Sini
Ilustrasi Jokowi. (gambar: ist./katta.id)
Selasa, 18 Mei 2021 07:55 WIB
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengatakan bahwa hasil tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK, baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK.

"Dan tidak serta-merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes," kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden sebagimana dikutip GoNEWS.co, Selasa (18/5/2021).

Pernyataan yang mencerminkan sikap resmi Istana itu, diapresiasi oleh publik. Pengamat Politik, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan pada kompas.com, "Apa yang disampaikan Presiden ini yang sebenarnya ditunggu publik,".

"Presiden telah mengambil sikap yang tepat, sehingga trust pemerintah Jokowi terhadap agenda pemberantasan korupsi clear," kata Pangi.

Senada dengan Pangi, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai, Jokowi telah memberi sebersit harapan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Pernyataan Jokowi itu tentu patut diapresiasi. Sebab, TWK yang dilakukan terkesan politis dan sengaja dibuat untuk menyingkirkan kelompok Novel Baswedan," kata Jamil dalam sebuah pernyataan.

Sejak mula, Jamil sudah menyatakan bahwa karyawan KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan tidak serta merta memiliki wawasan kebangsaan yang rendah. Sebab, alat tes (instrumen) yang digunakan juga diragukan mampu mengukur wawasan kebangsaan seseorang.

"Dalam bahasa riset, alat ukur yang digunakan diragukan validitasnya," terang Jamil.

Seperti diketahui, 75 pegawai KPK termasuk Novel Baswedan dinyatakan tak lulus tes wawasan kebangsaan dalam proses alih status menjadi aparatur sipil negara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Metropolitan, Beladiri
wwwwww