Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
Hukum
9 jam yang lalu
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
2
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
DPR RI
17 jam yang lalu
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
3
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
Hukum
16 jam yang lalu
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
4
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
Ekonomi
18 jam yang lalu
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
5
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
Hukum
16 jam yang lalu
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
6
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
MPR RI
15 jam yang lalu
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
Home  /  Berita  /  Politik

Jokowi Diapresiasi Sana-Sini

Jokowi Diapresiasi Sana-Sini
Ilustrasi Jokowi. (gambar: ist./katta.id)
Selasa, 18 Mei 2021 07:55 WIB
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengatakan bahwa hasil tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK, baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK.

"Dan tidak serta-merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes," kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden sebagimana dikutip GoNEWS.co, Selasa (18/5/2021).

Pernyataan yang mencerminkan sikap resmi Istana itu, diapresiasi oleh publik. Pengamat Politik, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan pada kompas.com, "Apa yang disampaikan Presiden ini yang sebenarnya ditunggu publik,".

"Presiden telah mengambil sikap yang tepat, sehingga trust pemerintah Jokowi terhadap agenda pemberantasan korupsi clear," kata Pangi.

Senada dengan Pangi, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai, Jokowi telah memberi sebersit harapan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Pernyataan Jokowi itu tentu patut diapresiasi. Sebab, TWK yang dilakukan terkesan politis dan sengaja dibuat untuk menyingkirkan kelompok Novel Baswedan," kata Jamil dalam sebuah pernyataan.

Sejak mula, Jamil sudah menyatakan bahwa karyawan KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan tidak serta merta memiliki wawasan kebangsaan yang rendah. Sebab, alat tes (instrumen) yang digunakan juga diragukan mampu mengukur wawasan kebangsaan seseorang.

"Dalam bahasa riset, alat ukur yang digunakan diragukan validitasnya," terang Jamil.

Seperti diketahui, 75 pegawai KPK termasuk Novel Baswedan dinyatakan tak lulus tes wawasan kebangsaan dalam proses alih status menjadi aparatur sipil negara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Politik, Hukum
wwwwww