Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
24 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
23 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2021

Kesabaran Kunci Prawira Bandung

Kesabaran Kunci Prawira Bandung
Senin, 24 Mei 2021 08:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sabar dalam menyerang, Prawira akhirnya menang. Abraham Damar Grahita dkk menundukkan West Bandits Solo 85-68 pada laga pertama play off Indonesia Basketball League (IBL) 2021 di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu 23 Mei.

“Anak-anak bermain sabar dalam offense. Hanya sayang, kami masih kalah dari lawan dari sisi offensive rebound,” kata pelatih Prawira, Andre Yuwadi pada sesi wawancara secara virtual seusai pertandingan.  Prawira mencatat tujuh kali offensive rebound, sementara lawan membukukan sepuluh kali offensive rebound. 

“Lawan juga masih bisa melesakkan tembakan tiga angka terutama pada babak pertama,” kata Andre. West Bandits total mampu melesakkan 11 kali tembakan tiga angka, sementara Prawira memasukkan tujuh kali tembakan three points.

Namun, Prawira dominan pada aspek lainnya. Mereka merebut 3 rebound berbanding 20 yang diraih lawan. Persentase field goals mereka 57 persen, jauh lebih baik dari West Bandits yang mencatat 35 persen.  

Tertinggal diawal kuarter pertama tak menjadi soal bagi Prawira. “Anak-anak sudah tahu dan siap atmosfer play off memang berbeda dengan babak regular,” tutur Andre.

Abraham Damar Grahita mencetak 28 angka bagi Prawira. Dia juga berhadapan dengan mantan rekan-rekannya saat bergabung dengan Stapac seperti Widyanta Putra Teja dan Mei Joni. “Berhadapan dengan teman-teman alumni Stapac menyenangkan, saya bisa mengukur perkembangan permainan saya,” tegasnya.

Namun bukan berarti 28 angka yang diciptanya membuktikan bahwa dia tak bisa dihentikan oleh mantan rekan yang kini menjadi lawan di lapangan. “Bukan, ini semua karena permainan tim,” tegas Abraham. ***

wwwwww