Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
9 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
9 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
9 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  Ekonomi

ini Tanggapan Achsanul Qosasi Soal Garuda Indonesia Kesulitan Keuangan

ini Tanggapan Achsanul Qosasi Soal Garuda Indonesia Kesulitan Keuangan
Anggota III BPK RI, Achsanul Qosasi.
Jum'at, 28 Mei 2021 20:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Reoublik Indonesia (BPK RI), Achsanul Qosasi memberikan tanggapan atas kesulitan keuangan yang dialami maskapai Garuda Indonesia ( GIA) saat ini. Menurutnya, keterbukaan pihak Garuda Indonesia penting diketahui rakyat karena Garuda adalah maskapai penerbangan plat merah milik negara.

Achsanul memahami kesulitan yang dialami Garuda Indonesia saat ini tentang kebijakan pembatasan pergerakan penerbangan selama pandemi covid 19. "Profesional hebatpun sulit sehatkan garuda, kecuali ada dana cash untuk menutupi beban masa lalu," katanya di Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Dia menyebutkan kondisi keuangan Garuda saat ini juga disebabkan kesalahan kumulatif termasuk pelanggaran fleet plan yang tidak sesuai kebutuhan sejak tahun 2012.

Dia mengingatkan dimasa lalu pemerintah pernah memutuskan memberikan PMN Rp 8,5 Trilyun, namun itu tidak boleh karena Garuda adalah perusahaan publik yang terdaftar di bursa.

Sosok yang akrab dipanggil AQ ini menambahkan bahwa Garuda Indonesia hanya bisa menerima loan ( pinjaman ) dengan bunga atau talangan, dan harus sesuai persyaratan ketat. " Saat ini gaji direksi garuda dipotong 50%, awak kabin dan pilot 30%, sementara sekitar 70 pesawat tidak terbang, dan yang terbangpun hanya diisi 50%," ujarnya.

Dalam beberapa hari ini muncul pernyataan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra tentang kondisi perusahaan dan perihal menawarkan pensiun dini kepada karyawan. Dia mengungkapkan kesulitan keuangan perusahaan akibat pembatasan pergerakan penerbangan dimasa pandemi. Pihaknya mengaku terpaksa menawarkan pensiun dini dan dari 7.890 karyawan pada tahun 2020 kini berkurang menjadi 5.945 orang. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi beban keuangan perusahaan.

Irfan sempat menyebutkan untuk gaji karyawan bulan Mei pihak perusahaan masih harus berjuang keras karena pendapatan hanya USD 56 juta dari biasanya USD 200 juta dimasa sebelum pandemi. ***

wwwwww