Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Nasional

Demokrat Minta Pimpinan DPR Desak Jokowi Turun Tangan soal Haji

Demokrat Minta Pimpinan DPR Desak Jokowi Turun Tangan soal Haji
Anggota Fraksi Partai Demokrat, Achmad dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Senin (31/5/2021), saat meminta Pimpinan DPR RI yang diketuai Puan Maharani untuk mendesak Jokowi soal haji. (gambar: tangkapan layar video publikasi dpr ri)
Selasa, 01 Juni 2021 13:30 WIB
JAKARTA - Anggota Fraksi Demokrat DPR RI, Achmad, menyarankan agar pemerintah mendesak produsen vaksin Sinovac untuk mengurus mengurus sertifikasi di organisasi kesehatan dunia, WHO, agar keberangkatan jamaah haji Indonesia tak terkendala.

Hal tersebut disampaikan Achmad kepada pimpinan DPR RI dalam Rapat Paripurna legislator yang berlangsung di Senayan, Jakarta, Senin. Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Achmad mengungkapkan, yang diakui pemerintah Arab Saudi saat ini adalah vaksin Pfizer, AstraZeneca dan Moderna. Sedangkan Sinovac, belum.

"Karena musim haji diperkirakan berlangsung pada bulan Juli dan vaksin jamaah haji Indonesia menggunakan vaksin Sinovac maka kami menyarankan pemerintah Indonesia agar mendesak produsen Sinovac agar mengurus sertifikasinya ke WHO," kata Achmad sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Selasa (1/6/2021).

Achmad menjelaskan, musim haji kali ini Arab Saudi hanya membuka kuota sebanyak 60.000 jamaah dan 42 ribu untuk jamaah dari luar Saudi Arabia. Di tengah ketidakpastian, kata Achmad, Indonesia masih termasuk 20 negara yang dilarang untuk masuk ke Saudi Arabia.

"Melalui pimpinan, Kami mengharapkan pimpinan mendesak Presiden Jokowi agar mengurus masalah haji ini. Tidak cukup Menteri Agama dalam mengurus persoalan ini. Karena kita adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, ketika pemerintah tidak serius lalu apa kata dunia?" tegas Achmad.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Kriminal, Nasional, Voli, DKI Jakarta
wwwwww