Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Curhat ke Komisi IX DPR, BP2MI Keluhkan Tak Punya Anggaran Pemberdayaan

Curhat ke Komisi IX DPR, BP2MI Keluhkan Tak Punya Anggaran Pemberdayaan
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani (tengah) saat rapat dengan Komisi IX DPR. (Foto: Istimewa)
Rabu, 02 Juni 2021 14:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Komisi IX menggelar Rapat dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengenai pembahasan RKA dan RKP tahun 2022, di Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (2/6/2021).

Dalam rapat tersebut, BP2MI mengeluhkan jika tidak memiliki anggaran pasti untuk pemberdayaan para pekerja migran.

"Kami sedih sebagai lembaga pengelola pekerja migran tapi BP2MI tidak punya anggaran untuk pemberdayaan," kata Kepala BP2MI Benny Ramdhani dalam rapat.

Benny pun mengaku untuk pembiayaan pemberdayaan pekerja migran pihaknya harus mengemis-emis dengan CSR yang bermitra dengan pemerintah untuk mendapat anggaran.

"Jujur kami harus mengemis ke CSR untuk dapat anggaran pemberdayaan. Jadi kami minta kepada DPR untuk bisa menyetujui adanya anggaran pemberdayaan itu,” ungkapnya.***

wwwwww