Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Marah ke Risma dan Ancam Lempar Kursi ke Staf Kemensos, Bupati Alor: Tak Ada yang Lebih Hebat di Negeri Ini

Marah ke Risma dan Ancam Lempar Kursi ke Staf Kemensos, Bupati Alor: Tak Ada yang Lebih Hebat di Negeri Ini
Tangkap layar video viral Bupati Alor marah ke Mensos. (Foto: Istimewa)
Rabu, 02 Juni 2021 13:40 WIB
ALOR - Video Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Amon Djobo marah terhadap Menteri Sosial Tri Rismaharini dan staf Kemensos karena persoalan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), viral di media sosial.

Kemarahan itu dia lampiasan dengan mengusir sejumlah staf Kementerian Sosial agar mereka segera meninggalkan Kabupaten Alor secepatnya.

Amon bahkan juga mengancam akan melempar kursi ke staf Kemensos yang duduk berhadapan dengan dia.

Alasan kemarahan

Amarah Bupati Alor tersebut rupanya dilatarbelakangi soal bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.

Dia menyayangkan tindakan Kemensos yang diklaim menyerahkan kepengurusan bantuan PKH kepada partai tertentu di DPRD Alor.

Kemudian bantuan diserahkan oleh Ketua DPRD Alor kepada warga di wilayahnya, pasca Badai Seroja menerjang wilayah itu pada awal bulan April 2021 lalu.

"Kita semua sama-sama urus negara ini dan tidak ada yang lebih hebat di negeri ini, tapi bantuan kemanusiaan itu harusnya pemerintah yang berikan kepada masyarakat, bukan DPRD," kata dia saat dikonfirmasi mengenai video yang beredar, Selasa (1/6/2021).

Terkait kejadian dalam video, Amon membenarkan hal tersebut. Namun, dia tidak ingat kapan persisnya peristiwa itu terjadi.

"Itu video betul saya marah. Saya tidak ingat persis kapan karena saya sibuk. Saya marah karena bantuan PKH dikasih melalui DPRD. Padahal, seharusnya pemerintah daerah yang bagi," kata Amon.

Minta penyebar video bertanggung jawab

Adapun, dalam video viral berdurasi 3 menit 9 detik itu, tampak Amon marah karena merasa pemerintah daerah tidak dianggap.

Tak hanya mengusir, Amon pun meminta staf Kemensos menanyakan langsung ke Presiden dan Gubernur NTT terkait siapa dirinya.

Karena emosi, dia juga mengancam akan melempar kursi ke staf Kementerian Sosial yang duduk dihadapannya.

Amon tidak mempermasalahkan video yang beredar tersebut. Dia menilai yang dia sampaikan itu merupakan fakta yang terjadi di lapangan.

Namun Amon juga meminta agar penyebar video itu juga bertanggung jawab.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Nusa Tenggara Timur, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww