Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
9 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
10 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
10 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Umum

Belajar Tatap Muka Kembali Dibuka, Diduga Demi Hidupkan Perekonomian

Belajar Tatap Muka Kembali Dibuka, Diduga Demi Hidupkan Perekonomian
Ilustrasi sekolah tatap muka. (Foto: Istimewa)
Senin, 07 Juni 2021 13:18 WIB
JAKARTA - Anggota Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) Ahmad Rizali menduga ada maksud dibalik didorongnya pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Hal tersebut terkait dengan kepentingan ekonomi.

"Dipaksa PTM ini agar pertumbuhan ekonomi berjalan. Karena dengan adanya murid masuk, itu semua ekonomi di sekitar sekolah itu akan hidup," kata dia dalam siaran YouTube VOX Populi Institute Indonesia, Senin (7/6/2021).

Berdasarkan analisanya, saat ini kondisi keuangan negara sangat kritis. Jika perekonomian tidak dihidupkan segera melalui PTM terbatas, maka masalah ekonomi ini akan semakin meluas.

Bahkan, kata dia kondisi keuangan yang tengah memburuk ini juga nantinya akan mempengaruhi tunjangan yang diterima para guru. Untuk itu, ia meminta guru untuk bersiap. "Kawan guru bersiap untuk kondisi terburuk dari tunjangan profesi," ungkapnya.

Dalam pandangannya, bisa atau memiliki kemungkinan bahwa tunjangan tersebut akan dihapuskan. "Jangan-jangan nanti itu diutang, kondisi ini mungkin bisa terjadi. Tunjangan profesi pendidik itu dikurangi sampai dihapuskan," ucap dia.

Di kesempatan yang sama, Wakil Sekjen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dudung Abdul Qadir memiliki pandangan lain. Ia menuturkan bahwa penghapusan tunjangan guru akibat pandemi belum akan terjadi. Sebab, negara punya kewajiban melindungi dan memberikan tunjangan kepada guru. "Bahwa negara harus melindungi para gurunya. Negara harus memberikan penghargaan berupa tunjangan guru yang sudah sertifikasi. Jadi jangan khawatir," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Voli, Umum, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww