Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
Politik
21 jam yang lalu
DPR Pertanyakan Keseriusan Sri Mulyani dalam Menyelamatkan Garuda
2
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
Hukum
16 jam yang lalu
Ketimbang Berkonflik Internal, ETOS Minta KPK Fokus Jebloskan Azis Syamsudin ke Penjara
3
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
Peristiwa
23 jam yang lalu
Kisah Pilu Perjalanan Rahmat: Erwin Abdullah: Ular, Ikan Arwana dan Badik Itu Banyak Menolong
4
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
Politik
21 jam yang lalu
Ketua DPD RI Dapat Gelar Mia Ogena Yi Saragau dari Kesultanan Buton
5
Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan
Ekonomi
13 jam yang lalu
Toyota Resmi Jual Raize 1.200 cc, Harga Mulai Rp 202 Jutaan
6
Berpikirlah Seperti Orang Minang
Politik
22 jam yang lalu
Berpikirlah Seperti Orang Minang
Home  /  Berita  /  Hukum

Ini Tampang SA, Suami yang Masukkan Ulekan ke Kemaluan Istri

Ini Tampang SA, Suami yang Masukkan Ulekan ke Kemaluan Istri
Pelaku kekerasan rumah tangga di Sumsel. (foto: Istimewa)
Selasa, 08 Juni 2021 00:13 WIB
BANYUASIN - SA (44) pria yang menganiaya istri sirinya berinisial RE (44) kini telah ditangkap oleh Satreskrim Polres Banyuasin, Sumsel.

SE dikabarkan melakukan penganiayaan berat dengan cara memasukkan ulekan cobek ke kemaluan korban. Dia juga menyiramkan minyak dan sambal ke tubuh korban, menyundut rokok, dan kemudian memotong rambut istrinya tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman 15 tahun penjara. Namun, SA membantah memasukkan ulekan cobek ke kemaluan istrinya. Dia berkilah hanya menggosoknya saja.

"Tembak mati saya kalau bohong. Tidak dimasukkan (cobek), tapi hanya menggosokkan saja," katanya, Senin (7/6/2021).

Motif SA melakukan penganiayaan tersebut adalah cemburu buta dan marah saat mendengar isu istrinya selingkuh. Padahal, dia tidak pernah membuktikan langsung dan tidak tahu pasangan selingkuh istri sirinya itu. "Hanya dengar dari orang. Kalau buktinya tidak ada," katanya.

SA mengakui penganiayaan tersebut, namun menurutnya KDRT tersebut tak separah yang diutarakan korban kepada polisi. "Memang benar saya pukul dia (korban) tapi tidak parah. Tak ada niat sampai membunuh," katanya.

Kini, pelaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada korban. Dia mengaku saat itu sedang khilaf dan terbawa emosi hingga akhirnya melakukan penganiayaan berat. "Saya khilaf dan menyesal karena emosi saat itu," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Sumatera Selatan, Hukum, Peristiwa
wwwwww