Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Beladiri

Ini Tampang SA, Suami yang Masukkan Ulekan ke Kemaluan Istri

Ini Tampang SA, Suami yang Masukkan Ulekan ke Kemaluan Istri
Pelaku kekerasan rumah tangga di Sumsel. (foto: Istimewa)
Selasa, 08 Juni 2021 00:13 WIB
BANYUASIN - SA (44) pria yang menganiaya istri sirinya berinisial RE (44) kini telah ditangkap oleh Satreskrim Polres Banyuasin, Sumsel.

SE dikabarkan melakukan penganiayaan berat dengan cara memasukkan ulekan cobek ke kemaluan korban. Dia juga menyiramkan minyak dan sambal ke tubuh korban, menyundut rokok, dan kemudian memotong rambut istrinya tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman 15 tahun penjara. Namun, SA membantah memasukkan ulekan cobek ke kemaluan istrinya. Dia berkilah hanya menggosoknya saja.

"Tembak mati saya kalau bohong. Tidak dimasukkan (cobek), tapi hanya menggosokkan saja," katanya, Senin (7/6/2021).

Motif SA melakukan penganiayaan tersebut adalah cemburu buta dan marah saat mendengar isu istrinya selingkuh. Padahal, dia tidak pernah membuktikan langsung dan tidak tahu pasangan selingkuh istri sirinya itu. "Hanya dengar dari orang. Kalau buktinya tidak ada," katanya.

SA mengakui penganiayaan tersebut, namun menurutnya KDRT tersebut tak separah yang diutarakan korban kepada polisi. "Memang benar saya pukul dia (korban) tapi tidak parah. Tak ada niat sampai membunuh," katanya.

Kini, pelaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada korban. Dia mengaku saat itu sedang khilaf dan terbawa emosi hingga akhirnya melakukan penganiayaan berat. "Saya khilaf dan menyesal karena emosi saat itu," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Sumatera Selatan, Beladiri, Olympic
wwwwww