Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
Hukum
8 jam yang lalu
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
2
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
DPR RI
16 jam yang lalu
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
3
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
Hukum
15 jam yang lalu
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
4
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
Ekonomi
17 jam yang lalu
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
5
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
Hukum
15 jam yang lalu
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
6
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
MPR RI
14 jam yang lalu
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
Home  /  Berita  /  Nasional

Proyek Tol Palembang - Pekanbaru Segera Dimulai

Proyek Tol Palembang - Pekanbaru Segera Dimulai
Rencana pembangunan jalan tol trans Sumatera.
Kamis, 10 Juni 2021 21:12 WIB
JAKARTA - Pemerintah berniat memulai konstruksi jalan tol yang akan menghubungkan Palembang, Sumatera Selatan dengan Pekanbaru, Riau. Sementara itu, PT Hutama Karya (Persero) menyarankan agar pemerintah memperhatikan proses persiapan konstruksi ruas tersebut.

Setidaknya ada tiga ruas jalan tol yang akan menghubungkan dua ibu kota provinsi tersebut, yakni Betung- Tempino - Jambi, Jambi- Rengat, dan Rengat - Pekanbaru. Secara total, panjang tiga jalan bebas hambatan tersebut mencapai 574 kilometer.

"Hal-hal yang harus diperhatikan terkait konstruksi (tiga ruas tersebut) yakni kesiapan pengadaan lahan konstruksi dan detail engineering design (DED). (Pasalnya), kondisi geoteknik di lapangan sangat beragam," kata Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo kepada Bisnis, Kamis (10/6/2021).

Tjahjo menyatakan bahwa kondisi tanah yang akan dilalui ketiga ruas tol tersebut merupakan tanah lunak, kawasan rawa, dan memiliki jenis tanah gambut. Dengan demikian, data primer dalam penggodokan DED harus merupakan data riil dari lokasi pekerjaan.

PT Hutama Karya (Perseroan) telah mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk mendukung konstruksi jalan tol Trans-Sumatra (JTTS). Namun, sejauh ini perseroan belum berencana memulai konstruksi tiga jalan tol tersebut.

Menurutnya, pengerjaan tiga ruas tersebut akan bergantung pada ketersediaan lahan dan ekuitas perseroan. Oleh karena itu, ujar Tjahjo, perseroan akan sepenuhnya mengikuti arahan pemerintah terkait dengan konstruksi tiga ruas tersebut.

Sejauh ini, lanjutnya, perseroan baru memiliki rencana untuk menyelesaikan tahap I konstruksi JTTS. Artinya, perseroan baru memiliki rencana untuk melakukan konstruksi pada tujuh ruas tol pada 2022, yakni Sigli - Banda Aceh, Binjai- Pangkalan Brandan, Kisaran- Indrapura, Pekanbaru - Bangkinang - Pangkalan, Sicincin- Padang, Indralaya- Prabumulih, dan Bengkulu- Taba Penanjung.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hedy Rahardian menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen akan tetap membangun jalan tol baru yang telah masuk pipeline. Dengan kata lain, pemerintah akan membatasi konstruksi jalan tol baru pada tahun depan.

Beberapa jalan tol baru yang dimaksud adalah jalan tol Palembang- Pekanbaru, jalan tol akses Patimban, Yogyakarta - Bawen, Solo - Kulonprogo, dan Cileunyi - Garut - Tasikmalaya (Cigatas). Total panjang jalan tol tersebut akan mencapai 574 kilometer dengan perkiraan investasi mencapai Rp101,12 triliun.

"Kami fokus bagaimana menuntaskan, memanfaatkan, dan mendayagunakan apa yang sudah terbangun. Tujuannya memastikan bahwa apa yang sudah dan sedang terbangun memiliki manfaat maksimal," katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:bisnis.com
Kategori:Nasional, Peristiwa, Pemerintahan
wwwwww