Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Olympic

LaNyalla: Kedaulatan NKRI Harus Dijaga

LaNyalla: Kedaulatan NKRI Harus Dijaga
Ketua DPD RI, LaNyalla M Mattaliti. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 11 Juni 2021 21:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Latihan gabungan penanganan pesawat ilegal di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, mendapat perhatian dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, latihan ini sangat penting untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

Bagi Senator asal Jawa Timur itu, kedaulatan negara merupakan pertaruhan harga diri bangsa. "Oleh karena itu, kedaulatan negara harus ditegakkan dan dijaga, baik darat, laut dan udara. Tidak boleh ada satu pesawat atau asing melewati batas udara atau laut kita tanpa izin. Kejadian di laut saat kapal asing masuk wilayah Indonesia tidak boleh terulang lagi," katanya tegas, Jumat (11/6/2021).

LaNyalla menjelaskan, simulasi penanganan pesawat asing setelah pemaksaan mendarat atau force down landing di Lanud Sultan Hasanuddin, harus juga melibatkan stakeholder terkait.

"Harus terjadi kesepakatan bersama, atau standar penanganan, dari rentetan tindakan force down terhadap pesawat asing. Agar instansi terkait tidak gagap atau terjadi miss komunikasi karena ketidak tahuan penanganan lanjutan," tuturnya.

Namun, sambung mantan Ketua Umum PSSI itu, yang terpenting adalah pelaksanaannya, jangan sampai terjadi lagi masuknya kapal asing ke wilayah NKRI.

"Lewat simulasi ini, kita ingin ada tindakan jelas dan tegas dalam pelanggaran kapal asing yang masuk secara ilegal. Masalah kedaulatan negara perlu ditunjukkan agar negara asing tidak menginjak-injak kedaulatan kita dengan keluar masuk wilayah Indonesia tanpa izin," ujarnya.

Latihan bersama yang dilakukan Kemenkopolhukam ini, melibatkan TNI AU, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Badan Karantina Bandara.***

wwwwww