Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
Hukum
8 jam yang lalu
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
2
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
DPR RI
16 jam yang lalu
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
3
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
Hukum
15 jam yang lalu
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
4
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
Ekonomi
18 jam yang lalu
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
5
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
Hukum
15 jam yang lalu
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
6
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
MPR RI
14 jam yang lalu
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
Home  /  Berita  /  Peristiwa

LaNyalla: Kedaulatan NKRI Harus Dijaga

LaNyalla: Kedaulatan NKRI Harus Dijaga
Ketua DPD RI, LaNyalla M Mattaliti. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 11 Juni 2021 21:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Latihan gabungan penanganan pesawat ilegal di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, mendapat perhatian dari Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Menurutnya, latihan ini sangat penting untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

Bagi Senator asal Jawa Timur itu, kedaulatan negara merupakan pertaruhan harga diri bangsa. "Oleh karena itu, kedaulatan negara harus ditegakkan dan dijaga, baik darat, laut dan udara. Tidak boleh ada satu pesawat atau asing melewati batas udara atau laut kita tanpa izin. Kejadian di laut saat kapal asing masuk wilayah Indonesia tidak boleh terulang lagi," katanya tegas, Jumat (11/6/2021).

LaNyalla menjelaskan, simulasi penanganan pesawat asing setelah pemaksaan mendarat atau force down landing di Lanud Sultan Hasanuddin, harus juga melibatkan stakeholder terkait.

"Harus terjadi kesepakatan bersama, atau standar penanganan, dari rentetan tindakan force down terhadap pesawat asing. Agar instansi terkait tidak gagap atau terjadi miss komunikasi karena ketidak tahuan penanganan lanjutan," tuturnya.

Namun, sambung mantan Ketua Umum PSSI itu, yang terpenting adalah pelaksanaannya, jangan sampai terjadi lagi masuknya kapal asing ke wilayah NKRI.

"Lewat simulasi ini, kita ingin ada tindakan jelas dan tegas dalam pelanggaran kapal asing yang masuk secara ilegal. Masalah kedaulatan negara perlu ditunjukkan agar negara asing tidak menginjak-injak kedaulatan kita dengan keluar masuk wilayah Indonesia tanpa izin," ujarnya.

Latihan bersama yang dilakukan Kemenkopolhukam ini, melibatkan TNI AU, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Badan Karantina Bandara.***

wwwwww