Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
9 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
4
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
5
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
14 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
8 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Voli

Hapus Fasilitas Kartu Kredit, Ahok Bantah Tudingan Cari Popularitas

Hapus Fasilitas Kartu Kredit, Ahok Bantah Tudingan Cari Popularitas
Komisaris Utama Pertamina, Basuki T Purnama. (Foto: istimewa)
Kamis, 17 Juni 2021 06:00 WIB
JAKARTA - Komisaris PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok diserang gegara kebijakan bapak menghapus fasilitas kartu kredit untuk manajer, direksi dan komisaris Pertamina. Dia dituding cari popularitas.

Tudingan bahwa Ahok cari popularitas itu datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Dia mempertanyakan sikap Ahok yang baru bersuara sekarang padahal hampir 2 tahun menjabat sebagai komisaris utama.

Merespons tudingan itu, Ahok santai menanggapi. "Terserah dia lah. Di lebih tahu urusan di dalam," kata Ahok saat dihubungi detikcom, Rabu (16/6/2021).

"Tahun lalu sudah minta, didiamkan. Minta direksi buka aja," tegas eks Gubernur DKI Jakarta ini.

Informasinya sejak awal 2020 lalu Ahok sudah meminta agar data pemakaian kartu kredit dan uang representatif dibuka, karena ada dugaaan terjadi auto debit dari rekening Pertamina dalam pemakaian kartu kredit oleh direksi. Namun direksi PT pertamina tidak memenuhi permintaan tersebut.

Ahok pun bicara soal penghapusan kartu kredit ini pada rapat umum pemegang saham (RUPS) Senin (14/6) kemarin.

Ahok meminta sebaiknya direksi PT Pertamina blak-blakan mengenai fasilitas kartu kredit untuk dewan direksi, komisaris, hingga level manajer perusahaan ini. Ini penting agar terang benderang ke publik soal kebenarannya.

Ahok diketahui menghapus fasilitas kredit pejabat Pertamina. Ahok menjelaskan fasilitas kartu kredit ini memiliki potensi penyalahgunaan yang besar. "Kontrol dari kemungkinan pemakaian yang tidak tepat sasaran dan tidak ada hubungannya dengan memajukan kinerja perusahaan," ungkapnya seperti dilansir GoNews.co dari Detikcom.

Ahok meminta sebaiknya direksi PT Pertamina blak-blakan mengenai fasilitas kartu kredit untuk dewan direksi, komisaris, hingga level manajer perusahaan ini. Ini penting agar terang benderang ke publik soal kebenarannya.

Ahok diketahui menghapus fasilitas kredit pejabat Pertamina. Ahok menjelaskan fasilitas kartu kredit ini memiliki potensi penyalahgunaan yang besar.

"Kontrol dari kemungkinan pemakaian yang tidak tepat sasaran dan tidak ada hubungannya dengan memajukan kinerja perusahaan," ungkapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww