Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Kemenperin Fokus Revitalisasi Industri Pupuk

Kemenperin Fokus Revitalisasi Industri Pupuk
Ilustrasi kawasan pabrik pupuk. (foto: ist./pupuk kalimantan timur)
Minggu, 27 Juni 2021 15:55 WIB
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus merevitalisasi industri pupuk. Programnya, meliputi penggantian pabrik usia tua dan tidak efisien.

Sesuai Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, Menteri Perindustrian berwenang melakukan pengaturan, pembinaan dan pengembangan industri pupuk, yang merupakan sektor strategis karena bertanggung jawab atas pemenenuhan kebutuhan pupuk untuk menjamin ketahanan pangan nasional.

Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2010 tentang Revitalisasi Industri Pupuk, juga menjadi dasar hukum bagi Kemenperin dalam hal ini terkait pembangunan pabrik pupuk baru dan pengamanan operasi pabrik pupuk yang ada.

"Melalui Inpres tersebut, kami diinstruksikan untuk melakukan perencanaan revitalisasi pabrik pupuk, menyusun SNI pupuk, membina industri pupuk, dan mengelola/mengatur pasokan pupuk, bahan baku dan energi bersama dengan instansi terkait," kata Dirjen IKFT (Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil) Kemeneprin, Muhammad Khayam dalam keterangan tertulis, Minggu (27/6/2021) sebagaimana dikutip GoNEWS.co

Bentuk pelaksanaan program ini, misalnya ketika pabrik Kaltim-5 di PT PKT (Pupuk Kalimantan Timur) yang punya kapasitas produksi pupuk urea sebesar 1,15 juta ton pada tahun 2015, menggantikan pabrik Kaltim-1 yang berkapasitas produksi pupuk urea sekitar 700 ribu ton per tahun.

"Saat ini, total kapasitas produksi PKT untuk pupuk urea mencapai 2,4 juta ton per tahun, kemudian produksi amonia sebesar 2,7 juta ton per tahun, dan pupuk NPK sekitar 300 ribu ton per tahun," demikian Kemenperin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Ekonomi
wwwwww