Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Umum

Waspadalah, Ada Adegan Hancurkan Ka'bah, Umat Islam Dilarang Main Game Fortnite

Waspadalah, Ada Adegan Hancurkan Kabah, Umat Islam Dilarang Main Game Fortnite
Ada Adegan Hancurkan Ka'bah di Game Fortnite. (foto: Istimewa)
Jum'at, 02 Juli 2021 17:36 WIB
JAKARTA - Pusat Fatwa Elektronik Internasional Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, menerbitkan peringatan supaya umat Muslim tidak memainkan game tembak menembak daring berjudul Fortnite, karena menampilkan adegan yang meminta pemainnya menghancurkan Ka'bah.

Seperti melansir cnnindonesia.com, Jumat 2 Juli 2021, lembaga itu menyatakan di dalam sebuah tahapan gim Fortnite itu dirancang untuk memerintahkan para pemainnya menghancurkan Ka'bah supaya bisa mendapatkan senjata dan melanjutkan ke tahapan permainan selanjutnya.

Padahal, Ka'bah yang terletak di Masjidil Haram, Mekah, adalah simbol yang disucikan umat Muslim seluruh dunia.

"Hal ini akan mempengaruhi keimanan para muda-mudi dan meremehkan keberadaan dan makna Ka`bah. Kami melarang seluruh game elektronik yang mengandung kekerasan atau tema-tema yang mencoba memutarbalikkan keyakinan beragama atau menodai agama," demikian isi pernyataan lembaga itu.

Badan itu juga memperingatkan supaya para pemuda tidak terlalu gandrung terhadap gim online dan melupakan kewajiban ibadah serta kegiatan sehari-hari.

"Kami sebelumnya sudah memperingatkan tentang gim elektronik yang digandrungi muda-mudi, dan membuat mereka tidak lagi berminat belajar mencari ilmu pengetahuan ataupun bekerja, dan malah terjebak di dalam dunia maya yang mengajarkan mereka untuk saling membenci dan menjauhkan mereka dari dunia nyata," lanjut isi pernyataan itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Umum, Olympic
wwwwww