Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
22 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
23 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
23 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
22 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
4 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Home  /  Berita  /  Basket

Apes Deh, Pria Ini Diperas Perempuan Teman Kencan Setelah VCS Pakai Aplikasi Tantan

Apes Deh, Pria Ini Diperas Perempuan Teman Kencan Setelah VCS Pakai Aplikasi Tantan
Ilustrasi kencan via Aplikasi pertemanan. (Foto: Internet)
Selasa, 06 Juli 2021 10:00 WIB
MALAYSIA - Seorang pria Malaysia menjadi korban pemerasan oleh perempuan teman kencan yang dikenal melalui aplikasi kencan.

Mereka melakukan panggilan video sambil sama-sama telanjang. Setelah itu sang perempuan mengancam akan menyebar video pria tersebut jika tak diberi uang.

Korban, berusia 24 tahun yang disembunyikan identitasnya, melaporkan pemerasan tersebut ke Kepolisian Distrik Brickfields, Kuala Lumpur, pada 2 Juli.

Dalam pemeriksaan diketahui pelaku meminta uang 3.000 ringgit atau sekitar Rp10 juta kepada korban.

Pertemuan keduanya bermula dari aplikasi Tantan, platform kencan asal China. Mereka lalu menindaklanjuti hubungan dengan berkomunikasi melalui Line. Dari situ mereka kerap melakukan panggilan video.

Dalam panggilan video berdurasi 4 menit, keduanya telanjang sambil melakukan aksi cabul.

Pada malam harinya, perempuan itu mengirim pesan yang memintanya mengirim uang 3.000 ringgit melalui nomor rekening.

Takut dengan ancaman itu, korban sempat mentransfer 500 ringgit ke rekening bank lokal yang terdaftar atas nama seorang pria.

Dari kejadian ini, kepolisian Brickfields meminta masyarakat untuk berhati-hati saat berhubungan dengan orang asing melalui aplikasi karena rentan menjadi korban penipuan. "Semua informasi penting dalam ponsel pribadi harus disimpan dengan benar," kata polisi, dikutip dari World of Buzz.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Basket, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww