Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Nasional

Evaluasi PSBB dan PPKM, PKB Sebut 3 Kunci Sukseskan PPKM Darurat

Evaluasi PSBB dan PPKM, PKB Sebut 3 Kunci Sukseskan PPKM Darurat
Wakil Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid Alia Gus Jazil. (foto: dok. ist./mpr ri)
Selasa, 06 Juli 2021 15:45 WIB
JAKARTA -Wakil Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid menyatakan, dilanjutkannya PSBB dan PPKM Mikro dengan PPKM Darurat mengindikasikan bahwa anggapan sebaran kasus Covid-19 akan menurun atau hilang pada Juli, meleset.

"Ternyata semakin besar dan angkanya fantastis," kata pria yang akrab disapa Gus Jazil itu, Selasa (6/7/2021), sebagaiman dikutip GoNEWS.co dari pernyataan resminya.

Menurutnya, kebijakan PPKM Darurat saat ini yang diambil pemerintah sudah tepat. "Tetapi kita patut mengevaluasi karena sejak PSBB, PPKM, ternyata hasilnya justru meningkat Covid-19. Artinya belum efektif," ujarnya.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Jazil ini, ada tiga hal agar PPKM Darurat berhasil. Pertama, aparatur pemerintah dari pusat hingga daerah harus aktif dalam mengawal kebijakan ini, termasuk aparatur keamanan dan lainnya.

Kedua, masyarakat harus memilik tingkat kesadaran dan kedisiplinan dalam mematuhi kebijakan yang ada. "Ini penting, disiplin mengunakan masker, cuci tangah, 5 M itu, dan disiplin untuk tidak menerobos aturan. Jangan aturan dibuat tapi dilanggar. Seperti kemarin, pintu masuk Jakarta ternyata banyak yang jebol," tuturnya.

Ketiga, untuk memunculkan disiplin masyarakat, harus ditopang dengan peran para tokoh masyarakat, kiai, stakeholder terkait, termasuk media untuk memberikan keteladanan agar sadar dan disiplin.

"Tanpa tiga kata kunci itu, kebijakan pemerintah dalam menekan laju Covid-19 tidak ada artinya. Ya kita lihat saja sampai akhir Juli nanti, berhasil apa tidak. Beberapa kebijakan yang lalu faktanya 'kurang berhasil'. Faktanya kasus meningkat. Bahkan rumah sakit over capacity, tenaga medis, obat-obatan kekurangan. Kebijakan PPKM Darurat, semua yang terlibat harus menuju fokus yang sama. Tidak bisa rakyat diminta disiplin tapi tokoh-tokohnya tidak memberikan keteladanan," urainya.

Gus Jazil mengatakan, kebijakan PPKM Darurat bukan tanpa risiko. Sebab, kebijakan ini berpotensi mengganggu pergerakan roda perekonomian masyarakat. "Ini yang harus diantisipasi. Aktivitas perdagangan, niaga, bisnis terhenti, ini juga jadi masalah. Yang lebih kacau lagi kalau PPKM Darurat sudah memberi dampak penurunan ekonomi, tapi tidak berhasil juga dalam menekan laju kasus Covid-19, ini rugi dua kali," urainya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun telah menyebabkan cukup banyak korban jiwa dan harta. "Kita miris setiap buka HP, teman-teman kiat meninggal karena Covid-19. Dan itu semua terjadi pada posisi PPKM dan PSBB. Artinya ada masalah disitu," katanya.

Perjalanan pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua, kata Gus Jazil, harus dijadikan pelajaran bahwa kuncinya adalah pertahanan masing-masing individu. Mulai dari sisi penerapan protokol kesehatan, imunitas tubuh, mental dan lainnya. "Termasuk tidak punya pekerjaan itu juga menurunkan imunitas. Dua tahun ini masyarakat dihadapkan pada dua masalah besar. Pertama Covid-19 itu sendiri. Kedua dampak ikutannya. Pekerjaan hilang, masa depan suram, ini menurunkan imunitas," tuturnya.

Karena itu, Gus Jazil mengajak masyarakat untuk tetap optimistis bahwa badai ini akan segera berlalu. Kuncinya, masing-masing individu harus menerapkan kedisiplinan diri untuk terhindar dari Covid-19.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, MPR RI, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww