Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2021

Pemain Persela Antusias Jalankan Program Latihan Mandiri

Pemain Persela Antusias Jalankan Program Latihan Mandiri
Sabtu, 10 Juli 2021 18:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
LAMONGAN - Para pemain Persela Lamongan begitu antusias menjalankan program latihan mandiri yang dilakukan secara virtual selama aktivitas tim diliburkan dalam masa PPKM Darurat. Asisten Pelatih Persela Lamongan, Didik Ludianto yang menyebut setiap hari pemainnya rajin mengirim video latihan ke grup WhatsApp tim.

“Alhamdulillah pemain antusias melaporkan individual training. Buktinya sementara ini semua pemain melaporkan lewat video, sampai-sampai memori hp hampir penuh,” ungkap Didik.

Didik Ludianto menjelaskan tim pelatih tidak mengalami kesulitan dalam memantau kondisi pemain. Termasuk melakukan evaluasi terhadap program latihan mandiri yang dijalankan. Dia meyakini bahwa Ahmad Bustomi dkk merupakan atlet sepak bola profesional yang mengerti sejauh apa kebutuhan mereka untuk menjaga kondisi.

“Kita membuat program latihan itu intinya arahan untuk menjadi pemain profesional, kalau sudah bicara profesional kita harus percaya,” jelasnya.

Tim pelatih menegaskan apabila selama masa latihan mandiri para pemainnya tidak benar-benar menjalankan program dengan baik akan ada konsekuensi terhadap masa depan sang pemain di klub sebagai bentuk punishment yang diberikan.

“Seorang profesional dilahirkan untuk menjawab sebuah tantangan. Artinya kalau kita kerja enggak maksimal, tahun depan mungkin tidak dikontrak lagi,” pungkas pelatih berusia 44 tahun. ***

wwwwww