Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
21 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
21 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Timnas Bulutangkis Indonesia Jalani Karantina dengan Latihan Ringan di Kamar

Timnas Bulutangkis Indonesia Jalani Karantina dengan Latihan Ringan di Kamar
Iwan Hermawan. (Dok. PBSI)
Minggu, 11 Juli 2021 15:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TOKYO - Tim Nasional (Timnas) Bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di ajang Olimpiade Tokyo 2020 sudah tiba di Prefektur Kumamoto untuk training camp pada Jumat (9/7/2021). Saat ini, Anthony Ginting dan kawan-kawan menjalani karantina mandiri selama empat hari sebagai bagian dari peraturan protokol kesehatan yang berlaku di Jepang.

Selama berada di masa karantina, tim Indonesia belum diperbolehkan menjalani latihan terbuka. Tes saliva yang digelar setiap hari pun dilakukan di kamar masing-masing.

"Kondisi tim di Kumamoto semuanya alhamdulillah dalam keadaan sehat, saat ini masih istirahat dan baru saja menjalani tes swab kedua", ujar Iwan Hermawan, Kasubid Pengembangan Sports Science yang juga pelatih fisik tim bulutangkis Indonesia.

"Saat masa karantina ini kita latihan di kamar masing-masing. Sekarang sedang menunggu hasil swab dan mudah-mudahan hasilnya negatif jadi sore ini kita bisa latihan," lanjutnya.

Untuk menjaga kondisi kebugaran para atlet, Iwan memberikan instruksi untuk melakukan latihan ringan di kamar masing-masing.

"Saya memberikan latihan latihan stretching untuk membantu memulihkan otot-otot yg lelah selama perjalanan dan memperlancar peredaran darah. Selain itu, saya berikan latihan conditioning dengan gerakan-gerakan senam dengan metode tabata untuk menjaga konsisi daya tahan otot dan cardiovascular mereka," jelas Iwan.

"Semua latihan saya share di grup yang ada dalam bentuk video instruksional karena kita tidak diperbolehkan kontak dengan yg lain, selama menunggu hasil swab kedua ini. Dengan komunikasi yang baik dan penjelasan yang saya berikan dengan pelatih teknik, para atlet saya yakin mereka punya tanggung jawab untuk melaksanakan latihan ini sehingga kondisi mereka akan bisa terjaga," ungkap Iwan.

Lebih lanjut, Iwan berharap tim Indonesia sudah bisa menjalani latihan sore nanti. "Saya berharap tim sudah bisa latihan di lapangan sore ini sehingga kita punya waktu yang cukup 12-13 hari menjelang Olimpiade nanti," tutur Iwan.

"Tapi bila terjadi kondisi harus isolasi selama tiga sampai empat hari ke depan maka program latihannya dibuat variatif tapi dengan volume dan intensitas yang disesuaikan menuju fase kompetisi," kata Iwan menutup pembicaraan.

Timnas Bulutangkis Indonesia direncanakan menjalai training camp di Prefektur Kumamoto selama 10 hari. Sebelum nantinya terbang kembali ke Tokyo untuk masuk ke perkampungan atlet dan berlaga di pesta olahraga terakbar seantero dunia Olimpiade. ***

wwwwww