Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
16 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
10 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
10 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
15 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
10 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Perjalanan Timnas Basket Indonesia Cukup Berat di FIBA Asia Cup 2021

Perjalanan Timnas Basket Indonesia Cukup Berat di FIBA Asia Cup 2021
Minggu, 18 Juli 2021 12:36 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Asisten pelatih Tim Nasional (Timnas) Basket Indonesia, Wahyu Widayat Jati, tak memungkiri perjalanan tim Garuda di FIBA Asia Cup 2021 akan berat. Calon lawan Timnas Basket Indonesia pada ajang empat tahunan itu tidak sembarangan.

“Karena ini kan tim terbaik di Asia, jadi saya rasa semuanya punya kekuatan yang baik terutama negara-negara yang olahraga basketnya sudah menjadi budaya. Seperti Korea, China, Lebanon, dan Iran yang biasanya mereka ini menjadi langganan untuk ke World Cup,” ujar pelatih yang akrab disapa Cacing itu.

Meski berat, tim nasional basket Indonesia tidak akan kehilangan harapan. Persiapan maksimal dilakukan guna menambal semua kekurangan.

Saat ini, tim nasional basket Indonesia sudah menjalani pemusatan latihan. Persiapan yang cukup panjang membuat Cacing percaya diri.

“Kalau saya pribadi persiapan sesuai yang sudah direncanakan head coach saja. Karena head coach tentu sudah punya pemikiran dan pengalaman lebih dalam menangani sebuah tim nasional,” ungkap Cacing.

“Kami berharap kekurangan tim usai babak kualifikasi di Filipina bisa diperbaiki. Karena kebetulan persiapannya kali ini sangat panjang sekitar satu bulan setengah,” imbuhnya. ***

wwwwww