Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
20 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
24 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Diungsikan ke Kos, Nakes Malah Temukan sang Ibu Tewas Sudah Membengkak

Diungsikan ke Kos, Nakes Malah Temukan sang Ibu Tewas Sudah Membengkak
Evakuasi jasad orangtua Nakes di Tanjung Pinang Kepri. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 24 Juli 2021 17:40 WIB

TANJUNGPINANG - Sosok mayat wanita ditemukan dalam keadaan mulai membengkak dalam kos-kosannya, Kamis (22/7/2021) malam.

Diduga sudah beberapa hari meninggal. Mayat tersebut diketahui bernama Sundari (54). Korban tinggal di kos kawasan Jalan Pantai Impiann, Gang Lumba-Lumba I, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kepulauan Riau (Kepri).

Kanit Resekrim Polsek Tanjungpinang Barat, Ipda Okta Viandri mengungkapkan, Sundari pertama kali ditemukan oleh anaknya. "Anaknya saat itu hendak mengunjunginya karena sudah tiga hari tidak berkunjung. Ketika anaknya ke kos ibunya, anaknya melihat ibunya sudah tergeletak meninggal di lantai," kata Okta dilansir GoNews.co dari Batamnews.co.id

Labih lanjut, ia menjelaskan, anak korban merupakan salah satu tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Tanjungpinang dan telah beberapa kali terpapar positif Covid-19. "Karena tidak ingin mengambil resiko (menulari ibunya) dia menyuruh ibunya tinggal di kos-kosan," terangnya.

Korban langsung dievakuasi oleh petugas dari Rumah Sakit Umum Dearah (RSUD) Tanjungpinang sesuai protokol kesehatan untuk dilakukan visum. "Setelah di tes Rapid Antigen, hasilnya negatif," ungkapnya lagi.

Dari hasil visum di tubuh, wanita itu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan pengakuan anaknya, ibunya ini memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah mengalami stroke. "Diduga korban meninggal selama 3 hari dikos-kosan," sebutnya.

Saat ini jenazah sudah diurus dan akan dimakam oleh anaknya yang berkerja sebagai nakes di RSUD Tanjungpinang.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, SEA Games, Olympic
wwwwww