Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
22 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
22 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
6
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Sepakbola
23 jam yang lalu
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Home  /  Berita  /  Beladiri

Jadi Begal Modus Debt Collector, Oknum Polisi Sekarat Diamuk Massa di Deli Serdang

Jadi Begal Modus Debt Collector, Oknum Polisi Sekarat Diamuk Massa di Deli Serdang
Oknum Polisi Sekarat Diamuk Massa di Deli Serdang. (Foto: Suara.com)
Sabtu, 24 Juli 2021 17:49 WIB

MEDAN - Seorang oknum polisi Bripka JA, sekarat dihajar massa di Kecamatan Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (22/7/2021) petang. Oknum polisi itu disebut murni melakukan begal dengan modus debt collector.

"Ini murni begal. Modusnya debt collector," kata Kanit Reskrim Polsek Beringin, Iptu Randy Anugrah Putranto, dilansir dari digtara.com, Jumat (23/7/2021).

Ia mengaku, sepeda motor yang dirampas pelaku bersama rekan-rekannya telah lunas. "Jadi, bukan debt collector. Murni begal. Sepeda motornya lunas, tapi ngaku-ngaku debt collector," jelasnya.

Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Deli Serdang guna penyidikan lebih lanjut. "Izin, sudah dilimpahkan ke Polresta Deliserdang," kata Kapolsek Beringin, Iptu Doni Simanjuntak.

Diberitakan, insiden berawal saat oknum polisi bersama pelaku lainnya yang diperkirakan berjumlah 7 orang (sipil), memepet seorang wanita yang mengendarai motor.

Begitu dipepet, pelaku lalu mengintimidasi dengan menuduh sepeda motor jenis matic milik korban menunggak. Kendaraan korban pun langsung dirampas. "Kejadiannya pas Maghrib," kata Randy.

Namun, tuduhan itu ternyata salah. Korban membeli sepeda motornya secara cash (lunas) tidak dengan menyicil. "Modus mereka leasing, menebak-nebak sepeda motor korban belum dibayar kreditnya," bebernya.

Korban yang tidak terima sepeda motornya dilarikan seketika berteriak minta tolong. Warga yang mendengar itu lalu datang membantu korban. Sejurus kemudian mereka langsung dikejar warga. Sial bagi oknum polisi itu tidak dapat meloloskan diri. Warga yang geram langsung menghajarnya hingga nyaris tewas.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, Olympic
wwwwww