Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Olimpiade 2020 Tokyo

Eko Catat Sejarah Raih Medali di Empat Olimpiade Beruntun

Eko Catat Sejarah Raih Medali di Empat Olimpiade Beruntun
Eko Yuli Irawan bersama Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Dok. NOC Indonesia)
Minggu, 25 Juli 2021 16:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TOKYO - Luar biasa. Hanya kalimat itu yang patut diberikan terhadap perjuangan Eko Yuli Irawan yang meraih medali perak dengan total angkatan 302kg pada cabang olahraga angkat besi Olimpiade 2020 Tokyo.

Dengan sumbangan medali perak bagi Kontingen Indonesia itu, Eko Yuli bukan hanya menyamai prestasi yang diraih pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Tetapi, Eko Yuli juga telah mencatat sejarah. Dia menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang meraih medali pada empat penampilan beruntun di Olimpiade. Karena, dia juga meraih medali perunggu di Olimpiade 2008 Beijing, dan Olimpiade 2012 London.

Bertanding di Tokyo Internation Forum Hall, Jepang, Minggu (26/7/2021), Eko Yuli Irawan yang berada di puncak starting list melakukan angkatan pertama untuk Snatch 137kg.
Pada angkatan kedua, Eko mencoba menaikkan beban menjadi 141kg. Namun, dia gagal melakukannya. Begitu juga pada angkatan ketiga dengan beban yang sama.

Angkatan Snatch Eko ini lebih rendah 4kg dari pesaing terberatnya, Li Fabin dari China. Padahal, Li Fabin sempat gagal pada angkatan pertama dengan beban 137kg. Namun, dia baru berhasil mengulanginya pada angkata kedua. Dan, dia juga sukses melakukan angkatan ketiga ketika menambah beban seberat 4kg menjadi 141kg.

Di angkatan Clean and Jerk, Eko sukses melakukan angkatan pertama dengan beban 165kg. Dan, Eko mencoba membuka peluang meraih emas dengan menaikkan beban menjadi 177kg setelah Li Fabin sukses melakukan angkatan 172kg. Sayangnya, angkatan kedua ini gagal. Begitu juga pada angkatan ketiga dengan beban yang sama.

Dengan hasil itu, Li Fabin merebut medali emas dengan meraih total angkatan 313 kg. Sedangkan medali perunggu direbut lifter Kazahkstan, Igor Son dengan total angkatan 294 kg.

Ini merupakan medali kedua yang disumbangkan cabang olahraga angkat besi bagi Kontingen Indonesia. Sebelumnya, Windy Cantika Aisah membuat kejutan. Gadis berusia 19 tahun merebut medali perunggu pada penampilan perdananya.

Lifter China, Hou Zhihui, mendapatkan emas dengan total angkatan 210 kg. Medali Perak direbut oleh wakil India, Chanu Saikhom Mirabai dengan total angkatan 202 kg. ***

wwwwww