Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
13 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
20 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Prastawa Punya Cerita Tak Enak Saat Awali Karier

Prastawa Punya Cerita Tak Enak Saat Awali Karier
Minggu, 25 Juli 2021 00:34 WIB
JAKARTA - Penggawa Pelita Jaya Bakrie Jakarta, Andakara Prastawa, punya cerita tidak enak saat mengawali karier basket. Nama besar kedua orang tua Prastawa sempat membuat beberapa orang sinis.

Prastawa merupakan putra dari pebasket nasional, Rastafari dan Julisa Horongbala. Tak jarang, Prastawa dianggap mendapat keuntungan karena kedua orang tuanya merupakan pelatih.

“Dulu di klub amatir. Pas masih kecil, saya sudah bermain bagus. Tapi dibilang saya bagus karena anak pelatih, jadi bisa nembus tim utama. Atau saat di Aspac sering dibilang, Pras kok main mulu sih, karena bokapnya pelatih ya?" ujar Prastawa.

Pandangan itu ternyata tak membuat Prastawa down. Justru, Prastawa lebih termotivasi untuk bisa meraih prestasi.

“Ya saya secepatnya membuktikan dengan bermain bagus. Memang jadi beban tapi sekaligus motivasi ke saya sendiri saja. Karena mau tidak mau, embel-embel ayah dan ibu itu tak bisa dihilangkan. Jadi terima saja, toh tidak ada ruginya juga,” ujar Prastawa. ***

wwwwww