Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
24 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
24 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
4
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
24 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
5
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
4 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
3 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Olimpiade 2020 Tokyo

Kejutan, Rahmat Dapat Medali Perunggu

Kejutan, Rahmat Dapat Medali Perunggu
Rahmat Erwin Abdullah. (Dok. NOC Indonesia)
Rabu, 28 Juli 2021 20:49 WIB

TOKYO - Perjuangab lifter angkat besi Rahmat Erwin Abdullah tidak sia-sia saat melawan cedera yang tiba-tiba terjadi pada saat pemanasan saat turun di kelas 73kg putra cabang angkat besi Olimpiade 2020 Tokyo.

Tampil di Tokyo International Hall Tokyo, Jepang, Rabu (28/7/2021), pemuda berusia 21 tahun yang merupakan peraih medali emas SEA Games 2019 Filipina ini membuat kejutan dengan meraih medali perunggu dengan total angkatan 342kg yakni angkatan Snatch 152kg plus Clean and Jerk 190kg.

Padahal, dia hanya menempati peringkat teratas Grup B dan masih bersaing dengan 9 lifter lain yang menghuni Grup A saat berlaga malam harinya. Medali emas kelas 73kg ini diraih lifter China, Shi Ziyong dengan total angkatan 354kg ( 116kg Snatch, 188kg Clean and Jerk). Sedangkan medali perak diraih lifter Venuzuela, Julio Ruben Mayora Pernia dengan total angkatan 346kg (156kg Snatch, 190kg Clean and Jerk).

"Ini memang benar-benar kejutan dan juga kebesaran Allah SWT dimana Rahmat bisa meraih perunggu mengingat lawan yang dihadapinya adalah lifter kelas dunia," timpal pelatih sekaligus ayahnya, Erwin Abdullah kepada Tim Media NOC Indonesia.

Prestasi yang diukir anak mantan lifter nasional Erwin Abdullah dan Ami AB ini menyamai prestasi Windy Cantika Aisah yang merupakan anak mantan lifter putri nasional Siti Aisah. Cantika Aisah bukan hanya menjadi lifter pertama tetapi atlet pertama yang menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia.

Perjuangan Rahmat ini yang mampu menyumbangkan medali perunggu tersebut patut mendapat apresiasi. Apalagi, pemuda berusia 21 tahun ini sempat mengalami cedera paha belakang kanannya saat pemanasan untuk angkatan Clean and Jerk.

"Pas 160kg tadi langsung kecetek paha belakang ini. Nggak tau kenapa? Kalau nggak mungkin bisa lebih angkatan Clean and Jerknya. Tadinya, saya sempat mau menyerah," kata Erwin yang ditemui Tim Media NOC Indonesia.

Menurut Erwin, cedera yang dialaminya untuk pertama kali ini terjadi saat melakukan pemanasan. Saat ngangkat barbel, kata Erwin, pahanya langsung kayak bunyi. "Padahal waktu angkatan Snatch enak banget dan Clean and Jerk juga. Powernya sudah dapat semua," jelasnya. ***

wwwwww