Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
21 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
20 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
22 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
18 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Nasional

Analis: Puan 'Capres Baliho' Paling Menonjol Tapi Tak Optimal Mengkapitalisasi DPR

Analis: Puan Capres Baliho Paling Menonjol Tapi Tak Optimal Mengkapitalisasi DPR
Webinar politik bersama GIAD, Senin (2/8/2021). (gambar: tangkapan layar)
Senin, 02 Agustus 2021 16:19 WIB
JAKARTA - Analis Politik Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menyebut Puan Maharani sebagai 'Capres Baliho' paling menonjol saat ini.

Dalam webinar bersama GIAD yang disaksikan GoNEWS.co, Senin (2/8/2021), Ray menyebut Puan Maharani sebagai 'Capres Baliho' yang tidak hanya paling menonjol tapi juga paling punya kans, ketimbang 'Capres Baliho' lainnya yakni, Airlangga Hartarto dan Gus Imin.

Di sisi lain, Ray mengungkapkan, ada kecenderungan pemilih untuk mencari alternatif dari sosok Joko Widodo sehingga sosok yang mem-frame dirinya sebagai pihak yang berseberangan atau tidak selalu sejalan dengan Jokowi akan sangat mungkin mendulang elektabilitas.

Pantauan GoNEWS.co, Puan Maharani belakangan memang tampil sebagai politisi yang kerap meng-exercise kebijakan pemerintahan Jokowi.

Ray menjelaskan, menjadi 'Capres Baliho' adalah potret kesulitannya tokoh-tokoh untuk menjadi Capres berbasis kinerja. Ada semacam kekhawatiran untuk terlalu bersinggungan dengan kekuasaan pemerintah saat ini.

Di tengah tren pemilih yang belum tentu juga memilih Capres berbasis kinerja, menjadi 'Capres Baliho' mungkin juga efektif untuk meningkatkan elektabilitas. Jika tidak, mengapa ada kerelaan untuk mengeluarkan anggaran baliho profil?

Di sisi lain, Peneliti Formappi, Lucius Karus, menyayangkan Puan Maharani yang menurutnya belum optimal mengkapitalisasi jabatan sebagai Ketua DPR RI. Banyak isu krusial yang menurut Lucius, terlewatkan momentumnya oleh Puan.

Lucius berharap, Capres berbasis kinerja lebih menjadi pilihan baik dari sosok Capres (calon presiden) itu sendiri maupun dari sisi pemilih secara umum.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww