Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
11 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
11 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
24 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
24 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Eks Menpora Roy Suryo Bangga Emas Pertama Olimpiade Tokyo Diraih Ganda Putri

Eks Menpora Roy Suryo Bangga Emas Pertama Olimpiade Tokyo Diraih Ganda Putri
Ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. (Foto: Istimewa)
Senin, 02 Agustus 2021 17:10 WIB

JAKARTA - Ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu mencatatkan sejarah baru dengan capaian emas pada Olimpiade Tokyo 2020. Pasangan yang terpaut usia hampir satu dekade itu mempersembahkan emas perdana bagi Indonesia setelah menaklukkan pasangan Tiongkok, Chen Qingchen dan Jia Yifan dengan straight set 21-19, 21-15.

Mantan Menpora Roy Suryo Notodiprodjo turut merasa bangga dengan capaian Greysia Apriyani di pentas olimpiade. Terlebih lagi, ini merupakan kali pertama ganda putri Merah Putih dapat berjaya di multievent terakbar sejagat.

"Alhamdulillah, akhirnya Indonesia berhasil mempertahankan tradisi emas di olimpiade. Mulai dulu ada tunggal putri Susy Susanti, kemudian ada ganda putra, ganda campuran dan sekarang ganda putri," ujarnya, Senin (2/8/2021) siang.

Alumnus Asli UGM itu mengaku sempat khawatir karena ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Ferinaldo Gideon, serta tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie gagal menapak ke babak final Olimpiade Tokyo 2020. Namun dirinya mengacungi jempol keberhasilan yang ditorehkan pasangan Greysia-Apriyani.

"Setelah kita kemarin pantas cemas, karena ganda putra dan tunggal putra gagal masuk final, kini Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil masuk final dan meraih emas," ungkap dia.

Menurut Roy capaian emas dari sektor ganda putri untuk kali pertama di olimpiade tak hanya prestasi yang sangat prestisius tetapi juga menjadi kebanggaan, dan sekaligus kado terindah untuk bangsa dan negara Indonesia yang akan merayakan dirgahayu ke-76 pada 17 Agustus mendatang.

"Sebagai bangsa Indonesia kita pantas bersyukur dan berbangga, ini merupakan kado yang sangat baik untuk peringatan Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke-76. Sekali lagi selamat dan kita patut berbangga," tuturnya.

Dengan keberhasilan Greysia Poli dan Apriyani Rahayu meraih medali emas pada Senin 2 Agustus 2021, maka tradisi emas olimpiade di cabang bulu tangkis terus berlanjut. Sejak pasangan emas Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma meraih emas di Olimpiade Barcelona, baru satu kali Indonesia gagal merengkuh medali emas dari arena badminton yaitu di Olimpiade London pada 2012 silam.

"Alhamdulillah, selamat untuk tim olimpiade 2020 Indonesia, khususnya ganda putri bulu tangkis, Greysia Polii – Apriyani Rahayu, yang telah mempertahankan tradisi emas dari cabor berbeda. Kita patut bersyukur dan berbangga, jangan malah mempersoalkan agama seperti AA dosen dungu itu," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww