Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Kekuatan KAI Bima Perkasa Luntur

Kekuatan KAI Bima Perkasa Luntur
Jum'at, 06 Agustus 2021 19:23 WIB
YOGYAKARTA - KAI Bima Perkasa Jogja boleh jadi naik dengan cepat musim lalu. Mereka bisa lolos ke Playoffs Indonesia Basketball League (IBL) 2021. Tapi sayang, kekuatan mereka luntur musim ini. 

Dari daftar pemain unrestricted free agent yang dirilis liga, ada empat pemain Bima Perkasa yang habis kontrak yakni Nuke Tri Saputra, Galank Gunawan, M. Isman Thoyib, dan Reza Arfah. Lalu, menyusul setelahnya ada Tifan Eka Pradita yang pamit karena masa kontrak rookie sudah habis. 

Sementara kalau melihat roster yang ada, sebenarnya Bima Perkasa sudah punya kerangka tim yang bagus. Mulai dari R. Azzaryan Pradhitya, Indra Muhammad, Ali Mustofa, Samuel Devin Susanto, dan pemain senior Rachmad Febri Utomo. 

Indra, Adit dan Devin merupakan tiga pilar pendulang poin utama Bima Perkasa di IBL Pertamax 2021. Indra mencetak 14,0 PPG, Adit dengan 14,8 PPG, dan Devin di kisaran 9,8 PPG. Sementara Ali Mustofa membantu menjaga pertahanan, dan Febri bisa menjaga stabilitas tim dengan pengalaman bermainnya. 

Tapi yang jelas, Bima Perkasa harus mencari sosok center. Karena dua center andalan mereka yakni Galank dan Thoyib sudah habis kontrak. Entah bagaimana manajemen Bima Perkasa mencari, namun sektor ini jadi yang paling membutuhkan perhatian. 

Bursa transfer masih berlanjut. Sementara kekuatan Bima Perkasa masih harus dibangun kembali. Bahkan boleh dibilang membangun dari awal, karena mereka kabarnya akan mendatangkan pelatih kepala yang baru. ***

wwwwww