Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pemerintah dan DPR Upayakan Produksi Oksigen Lebih Banyak Dialihkan untuk Kebutuhan Rumah Sakit

Pemerintah dan DPR Upayakan Produksi Oksigen Lebih Banyak Dialihkan untuk Kebutuhan Rumah Sakit
Satuan tugas Covid-19 DPR RI bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin meninjau produksi gas oksigen di PT. Samator Gas Industri. (FOTO: Humas)
Jum'at, 06 Agustus 2021 13:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Satuan tugas Covid-19 DPR RI bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin meninjau produksi gas oksigen di PT. Samator Gas Industri, kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (06/08).

Menurut Ketua Satgas Covid-19 yang juga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, tinjauan dilakukan ke produsen utama oksigen untuk memastikan produksi oksigen untuk kebutuhan pasien Covid-19 dapat terpenuhi.

Sebab, setelah melakukan kunjungan ke Bea Cukai, ditemukan banyak pihak swasta yang melakukan pemalsuan. Pasokan oksigen untuk Jakarta maupun daerah pun dianggap masih kurang.

"Ternyata kebutuhan gas baik di Jakarta maupun di daerah-daerah masih kurang. Oleh karena itu, produsen utama yang ada di sini kami coba lakukan peninjauan," kata Dasco.

Dasco dan Menkes juga sepakat bahwa edukasi protokol kesehatan ke masyarakat harus terus digencarkan demi menekan laju kasus Covid-19 dan kebutuhan oksigen dapat ditanggulangi.

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi menyebutkan kebutuhan oksigen yang melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Perbedaan kebutuhan oksigen hari ini dan sebelum lebaran terbilang bertambah sangat signifikan.

"Sebelum lebaran kebutuhannya 400 ton per hari, sekkarang naik jadi 2.200 ton per hari. Jadi gap-nya tinggi sekali," kata Budi.

Masalahnya, oksigen diproduksi tidak hanya untuk kebutuhan medis. Sebagian besar produksi justru diperuntukkan bagi industri.

Oleh karena itu, pemerintah dan DPR mengimbau agar produksi oksigen untuk industri dikurangi dan dialihkan ke rumah sakit untuk kebutuhan pasien Covid-19.

"Samator adalah produsen terbesar untuk di rumah sakit, tapi buat industri lainnya itu yang kami minta bantuan sama Pak Menteri Perindustrian untuk dibantu agar digeser ke rumah sakit," ungkapnya.***

wwwwww