Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Galank Diharapkan Tak Buru-buru Putuskan Pensiun

Galank Diharapkan Tak Buru-buru Putuskan Pensiun
Selasa, 10 Agustus 2021 12:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dalam situassi pandemi Covid-19, Indonesia Basketball League (IBL) terpaksa memainkan liga tanpa pemain asing. Ini memunculkan beberapa fenomena menarik. Termasuk center-center senior yang ternyata masih layak diperebutkan seperti Galank Gunawan.

Pemain yang identik dengan nomor punggung 66 tersebut, menunjukkan dirinya belum habis. Meski memasuki usia 34 tahun, Galank tercatat sebagai pemain peringkat keempat dalam rangking IBL 2021, untuk tim KAI Bima Perkasa. Dalam artian, Galank dinilai punya kontribusi besar atas keberhasilan Bima Perkasa masuk Playoffs musim lalu. 

Galank memang identik dengan defense dan rebound. Kemampuan tersebut dimanfaatkan oleh Louvre Surabaya di IBL 2020. Dia mencetak rata-rata 2,0 PPG dan 6,2 RPG dalam waktu 26,3 menit per pertandingan. Galank bertugas menjaga paint area, sementara saat menyerang, dia mengamankan langkah Savon Goodman. 

Tapi musim lalu, Galank menunjukkan peningkatan performa yang justru bisa mengejutkan IBL Fans. Dia memang mengisi lini kedua, di balik M. Isman Thoyib. Namun headcoach David Singleton memberinya tanggung jawab lebih besar, khususnya dalam mencetak poin. Buktinya, dengan hanya 15,8 menit per game di lapangan, Galank mencetak rataan 4,1 PPG dan 6,8 RPG. 

Mengacu pada catatan statistik ini, maka Galank masih layak diperebutkan. Apalagi, dia sudah tidak lagi membela klub asal Jogjakarta tersebut. Galank berstatus restiricted free agent, dan boleh membela klub mana saja selama urusan transfer dengan klub lamanya beres. 

IBL Fans berharap Galank tidak terburu-buru memutuskan pensiun. Sebab, pengalaman bermainnya bisa berguna untuk pemain-pemain muda di IBL. ***

wwwwww