Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
13 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Beladiri

2 Pria di Cileungsi Ditangkap Usai Belanja Pakai Uang Palsu di 11 Warung

2 Pria di Cileungsi Ditangkap Usai Belanja Pakai Uang Palsu di 11 Warung
Ilustrasi uang palsu. (Foto: Istimewa)
Kamis, 12 Agustus 2021 11:52 WIB

BOGOR - Polsek Cileungsi, Bogor, menangkap 2 pria berinisial AG (48) dan AR (23) di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Selasa (10/8/2021).

Keduanya diduga pengedar uang palsu. Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam mengatakan, kedua tersangka menggunakan uang palsu untuk belanja rokok di 11 warung. Uang palsu yang digunakan pecahan Rp 100 ribu.

"Menangkap pelaku peredaran uang palsu di masa pandemi, di mana saat ekonomi masyarakat pada umumnya sedang sulit," kata Andri lewat keterangannya, Kamis (12/8/2021).

"Mereka belanja di 11 warung beli rokok dengan pecahan Rp 100 ribu," sambungnya.

Andri menuturkan, kasus itu terungkap setelah salah satu pemilik warung bernama Halomoan Siregar melapor ke polisi. Setelah dicek, uang yang diterima korban palsu. Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap 2 pelaku tersebut di rumah mereka.

Andri menambahkan, dari hasil pemeriksaan, diketahui uang palsu tersebut diperoleh dari seorang bernama Mbah Jamrong yang masih DPO. Polisi juga menyita bukti berupa pecahan uang palsu sebanyak 15 lembar pecahan Rp 100 ribu.

"Membeli uang palsu dari seseorang bernama Mbah Jamrong (DPO) di daerah Jampang Surade, Sukabumi. Pengakuan kedua pelaku telah membelanjakan uang palsu ke 11 warung desa," ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 244 KUHP dan atau 245 KUHP. "Kami akan terus melakukan pengembangan kasus," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Jawa Barat
wwwwww