Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
19 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
13 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
13 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
18 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Basket

Krisis Bensin, Harga BBM di Lebanon Hampir Rp 36 Ribu per Liter

Krisis Bensin, Harga BBM di Lebanon Hampir Rp 36 Ribu per Liter
Warga Lebanon perlu mengantri untuk mendapatkan bahan bakar minyak yang mahal. (Foto: AP Photo/Hassan Ammar)
Minggu, 15 Agustus 2021 17:32 WIB

LEBANON - Sejak 2019, Lebanon tercatat mengalami krisis keuangan yang menyebabkan banAyak orang sulit secara ekonomi. Kini negara yang bertetangga dengan Suriah dan Yordania ini terpantau sedang mengalami krisis kelangkaan bahan bakar minyak.

Akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) tersebut, Global Petrol Prices mencatat harga BBM di Lebanon tembus angka 3.780 Pounds Lebanon, atau setara dengan Rp 35.994.

Harga BBM yang sangat tinggi di Lebanon, tercatat hampir mendekati mahalnya harga BBM di Hong Kong. Hong Kong memang terkenal dengan harga BBM-nya yang tinggi. Namun hal tersebut berimbang dengan daya beli masyarakat.

Harga BBM di Hong Kong, dilansir dari Global Petrol Prices, per Agustus 2021 ini ada di angka Rp 36.820. Krisis BBM di Lebanon ini, menyebabkan aktivitas dari fasilitas umum terhenti. Termasuk toko roti, toko roti, bisnis, dan rumah sakit mengurangi operasi atau memutuskan untuk menutup operasinya.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (14/8/2021) BBM yang selama ini menjadi penggerak aktivitas di Lebanon telah lenyap. Warga Lebanon terpaksa kepanasan di rumah saat musim panas, hidup tanpa AC hingga gelap tanpa lampu. Mereka juga membuang isi kulkas, mobil yang dimiliki kini tanpa bensin.

Kian parah, kelangkaan BBM ini menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan. Banyak yang mengatakan kondisi kehidupan lebih buruk daripada selama perang saudara 30 tahun lalu tepatnya pada 1975-1990.

"Selama perang saudara, bahkan dengan betapa mengerikannya itu, tidak ada pemadaman listrik," kata salah satu warga Hassan Khalife.

Krisis BBM ini menjadi lanjutan dari krisis keuangan di Lebanon yang telah terjadi sejak 2019. Hal itu terjadi akibat korupsi dan salah urus selama beberapa dekade oleh elit penguasa yang gagal menemukan solusi saat lebih dari separuh populasi Lebanon telah tenggelam dalam kemiskinan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Basket, Ekonomi, Olympic
wwwwww