Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
7 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
6 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
1 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
57 menit yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
Sepakbola
1 jam yang lalu
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
47 menit yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Yudiantara Ungkap Kisah Inspiratif Masa Lalu

Yudiantara Ungkap Kisah Inspiratif Masa Lalu
Minggu, 15 Agustus 2021 16:20 WIB
JAKARTA - Penggawa anyar Hangtuah, I Putu Yudiantara, menyimpan kisah inspiratif dari masa lalu. Ternyata, pebasket yang akrab disapa Ongek itu sempat minder karena selalu diejek.

Hal itu lantaran kekurangan fisik yang dimilikinya. Ongek sempat mengalami bibir sumbing yang membuatnya terkena bully.

“Saat kecil, orang tua saya bawa saya ke jalanan. Mereka kasih lihat ke saya bahwa tak perlu malu dengan kondisi yang ada,” ujar Yudiantara.

Keberanian Ongek untuk bangkit membuatnya bisa berdiri di lapangan dengan bangga saat ini. Indonesia Basketball League (IBL) Pertamax 2021 menjadi musim debut pebasket asal Bali itu.

Sadar bahwa banyak anak di luar sana yang kurang percaya diri dengan kondisi bibir sumbing, Ongek selalu menyempatkan diri memberi motivasi. Hal itu dilakukannya lewat Yayasan Senyum.

“Yayasan Senyum itu orang-orang yang sumbing seperti saya, saya ke sana kemudian cerita-cerita. Saya ke sana, kasih motivasi, bahwa orang cacat itu belum tentu tak bisa berkarya atau berkarier,” ujar Yudiantara. ***

wwwwww