Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
22 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  Nasional

PKS: Peluru Tidak Punya Mata, Pemerintah Harus Pastikan Keamanan WNI di Afganistan

PKS: Peluru Tidak Punya Mata, Pemerintah Harus Pastikan Keamanan WNI di Afganistan
Anggota Taliban dengan senjatanya. (foto: ist./afp)
Kamis, 19 Agustus 2021 13:52 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyatakan, pemerintah Indonesia khususnya Kementrian Luar Negeri harus bisa memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia/WNI di Afganistan.

"Sejumlah WNI berada di sana, baik yang bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia maupun yang sedang bekerja di Afganistan secara umum. Keselamatan mereka harus jadi perhatian dari pemerintah,".

Diketahui, Taliban merebut pemerintahan Afghanistan setelah perang melawan pasukan pemerintah yang di dukung oleh militer Amerika Serikat (AS) dan NATO berlangsung selama dua dekade. Kondisi menjadi tidak menentu khususnya bagi warga negara asing termasuk dari Indonesia.

"Walaupun ada jaminan keamanan dari Taliban namun seperti adigium peluru tidak punya mata, harus diwaspadai dan dipantau perkembangan WNI," kata Sukamta.

Bahkan, pungkas legislator PKS itu, "bila perlu dan memungkinkan, segera lakukan evakuasi,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kriminal, Nasional
wwwwww