Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Dua Kursi Menteri Bisa Jadi Hadiah Jokowi untuk PAN

Dua Kursi Menteri Bisa Jadi Hadiah Jokowi untuk PAN
Presiden Jokowi dan Ketum PAN, Zulkifli Hasan. (Foto: Istimewa)
Kamis, 26 Agustus 2021 15:36 WIB

JAKARTA - Reshuffle menjadi kata paling diperbincangkan sejak Partai Amanat Nasional (PAN) diumumkan sebagai anggota baru koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pengumuman itu disampaikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore (25/6). Jokowi mengumumkan langsung di hadapan para petinggi partai koalisi. Megawati, Prabowo, Airlangga, dan Surya Paloh duduk sebagai peserta yang diberi pengumuman oleh Jokowi.

Usai menjadi bagian koalisi, lantas apa yang didapatkan PAN?

Lumrahnya, PAN mendapat setidaknya satu kursi menteri seperti halnya partai koalisi lainnya.nTapi sejauh ini tidak ada anggota koalisi yang bisa memastikan PAN mendapat apa. Termasuk politisi utama PAN sendiri. Jawabannya seragam, reshuffle ada hak prerogatif kepala negara.

Jika dibedah, PAN memiliki peluang mengisi kursi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Menteri Keuangan. Atau jika beruntung, PAN isi keduanya.

Peluang besar terbuka untuk kursi Menteri PMK yang kini dijabat Muhadjir Effendi yang menjadi representatif Muhammadiyah di kabinet. Sebagai partai yang kental nuansa Muhammadiyah, tentu tidak akan menjadi persoalan jika Jokowi memilih kader terbaik PAN untuk menggantikan Muhadjir.

Sasaran kedua, kursi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan juga bisa diakuisisi PAN. Persoalan utang yang meroket, bisa menjadi alasan bagi Jokowi mencopot Sri Mulyani. Belum lagi, Sri Mulyani mengumumkan masih mencari utang sebesar Rp 515,1 triliun di semester II 2021 saat laju ekonomi meroket hingga 7,07 persen (yoy) di kuartal II 2021.

Setidaknya ada dua nama besar di PAN dengan latar pengetahuan ekonomi yang tidak kaleng-kaleng. Begawan ekonomi yang juga Ketua Dewan Pakar PAN, Dradjad Wibowo dan mantan bankir profesional yang terjun politik Eddy Soeparno yang kini Sekjen PAN.

Terlepas dari spekulasi yang ada, semua juga paham semua keputusan ada di tangan Jokowi. Jokowi pilih ganti siapa, itu terserah dia.

Asasnya adalah Jokowi give somethings to get somethings. Atau sederhananya tidak ada makan siang gratis dari ketersedian PAN mau bergabung dalam koalisi.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww