Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Beladiri

Miris, Cuma Ambil Kayu Buat Bertahan Hidup, 2 Pria Dipolisikan Perhutani

Miris, Cuma Ambil Kayu Buat Bertahan Hidup, 2 Pria Dipolisikan Perhutani
Polisi saat memperlihatkan beberapa batang kayu manis hasil curian. (Foto: Istimewa)
Kamis, 26 Agustus 2021 15:12 WIB

MAGELANG - Dua pria terancam hukuman 5 tahun penjara akibat mencuri kayu manis di hutan milik Perhutan di Gunung Sumbing, Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Pria berinisal TM, warga Windusari, Kabupaten Magelang dan NA, warga Bandongan Kabupaten Magelang mencuri untuk bertahan hidup.

Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin mengatakan dua pria itu ditahan atas laporan warga sekitar. Saat itu, TM dan NA sedang mengambil kulit pohon keningar atau kayu manis di kawasan hutan lindung.

"Mereka memanen kulit pohon keningar (kayu manis) tanpa seizin pihak yang berwenang (Perhutani). Perbuatan tersangka diketahui atau dicurigai oleh warga, kemudian saat pulang mereka diberhentikan warga,' kata Burhanuddin.

Di hadapan warga, dua pria itu mengaku mengambil kayu manis milik pemerintah. Warga pun langsung melaporkan aksi dua pria itu ke petugas Perhutani dan Kepolisian Sektor Tambak.

Ironisnya, TM mengaku terpaksa melakukan aksi tersebut lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Gaji dari pekerjaan sebagai buruh lepas tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepada wartawan, TM juga mengatakan jika aksi tersebut telah mereka lakukan sebanyak dua kali. "Kayu manis tersebut saya jual kepada warga yang membutuhkan," kata TM.

Akibatnya, dua pria itu dijerat PAsal 36 ke-19, Pasal 78 juncto Pasal 50 ayat (2) Huruf c Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp3,5 miliar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Jawa Tengah, Beladiri, Olympic
wwwwww