Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Terlihat Mesra, Gerindra Tetap Waspadai PDIP

Terlihat Mesra, Gerindra Tetap Waspadai PDIP
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (Foto: Istimewa)
Sabtu, 28 Agustus 2021 15:15 WIB

JAKARTA - PDI Perjuangan dan Partai Gerindra berada dalam nuansa romantisme usai dua elite bertemu di Kantor DPP PDIP, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa siang (24/8/2021). 

Pada pertemuan itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyambut hangat kedatangan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Meski belakangan mesra dengan PDIP, bukan berarti partai berlambang kepala garuda itu bisa bersantai dalam mengatur strategi politik. Menurut politisi Partai Gerindra, Ferry Juliantono, Gerindra tetap dalam situasi waspada dalam kemesraan bersama PDIP.

"Kan tetap kemesraan ini harus dikuatkan terus, mesra tapi waspada juga," kata Ferry dalam serial diskusi Polemik: Membaca Arah Koalisi Pemerintah, Sabtu (28/8).

Kewaspadaan itu tidak lain karena pasang surutnya hubungan politik PDIP dan Gerindra yang berjalan sangat dinamis. "Dinamikanya itu 2009 bareng, 2014 dan 2019 berseberangan, dan sekarang bareng lagi," katanya.

Hanya saja, saat pemandu acara Margi Syarief menekankan apakah kewaspadaan itu berkaitan dengan utang politik Megawati pada Prabowo melalui perjanjian Batutulis, Ferry membantah.

"Bukan (karena Batutulis) kemesraan itu harus disertai dengan kewaspadaan," pungkasnya.

Hadir dalam diskusi itu Jurubicara Presiden Fadroel Rachman, politisi PDIP Masinton Pasaribu, politisi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, politisi PAN Yandri Susanto dan peneliti LIPI Siti Zuhro.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww