Terkait Video Viral, Irjen Eko Indra Heri Bantah Bikin Kerumunan Acara Pisah Sambut
![]() |
| Mantan Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri. (foto: Istimewa) |
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Video acara yang diduga perpisahan mantan Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri mendadak viral. Pasalnya, dalam video tersebut tampak mengundang kerumunan sejumlah orang.
Dikonfirmasi GoNews.co soal video tersebut, Irjen Eko Indra Heri membantah dirinya membuat acara pisah sambut atau perpisahan yang mengundang kerumunan massa. "Itu bukan acara perpisahan dan jumlah yang hadir hanya sedikit," ujarnya, Selasa (31/8/2021).
Acara tersebut kata Indra, hanya sebatas arahan dirinya ke perwakilan anggota. "Itu acara saat saya memberi arahan ke perwakilan anggota dalam rangka untuk giat opsna," tandasnya.
Sebelumnya, dilihat GoNews.co pada Senin, (30/8/2021), video yang viral di media sosial termasuk Whatsapp tersebut, nampak beberapa orang berkerumun di dalam ruangan yang sengaja dimatikan lampunya, mereka tampak bernyanyi dan menyalakan ponsel dengan menunjukkan foto Irjen Eko Indra Heri.
Terdengar juga iringan musik dari panggung utama. Kemudian, terlihat Irjen Eko Indra Heri mendatangi para tamu-tamunya sambil mengucapkan terimakasih. "Makasih ya, makasih," ujarnya.
"Oke semuanya, sekali lagi makasih," imbuhnya sambil melangkah keluar ruangan dan disambut seorang ajudan.
Untuk diketahui, Pada Senin siang, Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri, sempat memberikan penghargaan kepada jajarannya di akhir masa jabatannya.
Dia juga pamit untuk melaksanakan tugas di tempat baru. Hal itu disampaikan Irjen Eko dalam acara pemberian penghargaan kepada anggota Polda Sumatera Selatan, Polrestasbes dan Polres Jajaran di halaman Mapolda Sumsel, Palembang, Senin (30/8/2021).
"Saya di sini mengucapkan terima kasih atas kerja sama antara anggota hingga PNS jajaran Polda Sumsel karena di sini, saya ingin pamit pergi guna ditugaskan di tempat yang baru," kata Irjen Eko di Palembang, Senin (30/8/2021).
Dia berharap jajaran Polda Sumsel terus bekerja keras siapapun yang menjadi Kapolda Sumsel nantinya. Dia mengingatkan anggota Polda Sumsel untuk terus mengukir prestasi.
Eko mengatakan dirinya kenal baik dengan Irjen Toni Hermanto yang ditunjuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda Sumsel. "Saya sangat kenal baik dengan bapak Irjen Pol Toni Harmanto dan saya yakin di bawah kepimpinannya Polda Sumsel akan semakin berkembang hingga ke Polrestabes dan Polres jajaran," ucapnya.
"Saya ucapkan salam perpisahan dan saya doakan semuanya yang ada di Polda Sumsel akan sukses dengan mengukir prestasi membanggakan," sambung Eko.
Gaduh Prank Hibah Rp 2 T dari anak Akidi Tio
Janji sumbangan sebesar Rp 2 T ini diterima oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Inda Heri dari keluarga Akidi Tio secara simbolis pada Senin (26/7/2021). Dana hibah itu ditujukan untuk penanganan COVID-19.
Pemberian dana hibah triliunan rupiah itu disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru dan Dandrem Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Jauhari Agus. Pemberinya merupakan keluarga pengusaha asal Aceh, almarhum Akidi Tio, yang diwakili oleh anaknya, Heryanty.
"Dana tersebut diberikan salah seorang keluarga yang saya kenal sewaktu masih tugas di Aceh. Dan sekarang dia ingin membantu warga Sumsel yang terdampak COVID-19," kata Irjen Eko Indra, Senin (26/7/2021).
Namun belakangan, dana yang dijanjikan tak kunjung cair. Polisi memanggil anak Akidi Tio, Heryanty. Setelah diklarifikasi, duit yang dijanjikan itu ternyata tak ada alias saldo tak cukup.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga melakukan analisis dan pemeriksaan terkait dana sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. PPATK menyimpulkan bilyet giro Rp 2 triliun itu tidak ada.
"Sampai hari kemarin, kami sudah melakukan analisis dan pemeriksaan, dan dapat disimpulkan kalau uang yang disebut dalam bilyet giro itu tidak ada," ujar Kepala PPATK Dian Ediana Rae kepada wartawan, Rabu (4/8).
Irjen Eko pun meminta maaf mengenai donasi itu. Irjen Eko langsung meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. "Secara pribadi saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya jelas kepada bapak Kapolri, pejabat utama Mabes Polri, anggota Polri se-Indonesia dan masyarakat Sumatera Selatan," kata Eko membuka konferensi pers di Polda Sumsel, Kamis (5/8).
Dia juga minta maaf kepada tokoh agama, Gubernur Sumsel Herman Deru hingga Danrem Garuda Dempo, Brigjen TNI Agus karena ikut terlibat dalam kasus tersebut. "Tokoh agama, Gubernur, dan Danrem yang ikut terlibat dalam kegaduhan ini," ucapnya.
Dimutasi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi jabatan tiga kapolda, yaitu Kapolda Sumsel, Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), dan Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng). Mutasi jabatan tersebut tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1701/VIII/KEP./2021.
Irjen Eko Indra Heri dimutasi sebagai Koorsahli Kapolri. Jabatan Kapolda Sumsel akan diisi Irjen Toni Harmanto, yang kini duduk di jabatan Kapolda Sumbar. "Sudah lama menjadi Kapolda, untuk penyegaran organisasi, pindahnya juga dalam level yang sama," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo saat ditanya ada-tidaknya kaitan kasus Akidi Tio dengan pergantian Irjen Eko.***
| Kategori | : | PON, Olympic, DKI Jakarta |













