Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tim Review Seleksi Pengiriman Atlet, Menpora Amali: Kita Tidak Sekadar Mau Rame-rame

Tim Review Seleksi Pengiriman Atlet, Menpora Amali: Kita Tidak Sekadar Mau Rame-rame
Menpora Amali. (Dok. Kemenpora)
Kamis, 02 September 2021 22:15 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Era baru olahraga Indonesia sudah dimulai. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan melakukan seleksi secara ketat untuk pengiriman atlet prestasi di single event atau Kontingen Indonesia di ajang multi even internasional.

Hal itu disampaikan Menpora Zainudin Amali pada acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) masa bhakti 2021 – 2025 di hotel Fairmont Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Untuk melakukan seleksi tersebut, kata Menpora Amali, Kemenpora akan membentuk Tim Review yang terdiri dari akademisi, praktisi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Tim ini, tugasnya, menentukan apakah atlet tersebut layak dikirim atau tidak. Mereka akan melakukan seleksi berdasar hitungan melalui statistik, perbandingan kekuatan antar negara dan sport intelijen sehingga tidak lagi mengirim atlet dalam jumlah banyak tapi tidak berprestasi.

“Jadi mohon maaf apabila kita ketat untuk pengiriman atlet. Kita tidak sekedar mau rame-rame. Tetapi kita mau benar-benar yang kita kirim itu akan berprestasi di tingkat internasional. Multi event olahraga tertinggi adalah olimpiade itu kebanggaan buat kita,” tegas Menpora Amali.

Soal sasaran prestasi Olimpiade itu memang sudah disusun dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) atas arahan presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37 tahun 2020.

Dalam DBON yang diharapkan akan dimulai pada peringatan Haornas ke-38 pada tanggal 9 September 2021 mendatang ini, mengurai semua masalah yang menjadi penghambat prestasi olahraga selama ini mulai dari hulu sampai hilir.

Menurut Menpora Amali, dalam DBON menjadikan Olimpiade sebagai target utama prestasi. Sementara SEA Games dan Asian Games hanya akan menjadi sasaran antara untuk persiapan atlet menuju olimpiade.

Selain itu, pihaknya juga telah menentukan cabang-cabang olahraga unggulan serta menyeleksi talenta-talenta atau bibit dari siswa di seluruh Indonesia yang diseleksi dari 250 ribu orang menjadi 150 atlet elit junior dan senior.

Para atlet ini akan dilatih di Trainning Camp berfasilitas lengkap seperti sport science yang akan dibangun Kementerian PUPR di Cibubur, Jakarta dan 10 sentra olahraga di seluruh Indonesia. ***

wwwwww