Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
24 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Ekonomi

E-Commerce Ini Dikunjungi 132,8 Juta Kali per Bulan

E-Commerce Ini Dikunjungi 132,8 Juta Kali per Bulan
Ilustrasi e-commerce. (gambar: liputan6)
Jum'at, 03 September 2021 08:15 WIB
JAKARTA - Data Similiarweb periode Januari-Juni 2021 menyebut, e-commerce Tokopedia dikunjungi sebanyak 132,8 juta kali per bulan.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi pada tengah tahun pertama 2021. Menyusul Tokped-sebutan sebagian masyarakat pada Tokopedia, secara berurutan ada Shopee (116 juta kali), dan Bukalapak (28,9 juta).

Lansiran Antara yang dikutip GoNEWS.co, Jumat (3/9/2021) menyebut, berdasarkan parameter Net Promotor Score (NPS), posisi Tokped juga ada di puncak.

"Tahun lalu Shopee menjadi nomor satu, lalu sekarang Tokopedia mampu bersaing," kata Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda.

Posisi berdasar NPS itu merupakan hasil survei digital Jakpat Special Report e-Commerce 1st Semester of 2021 yang melibatkan 1.054 responden di 25 provinsi.

Berdasarkan hasil survei tersebut selama periode semester I-2021, angka NPS Tokped sebesar 49 persen dari 567 responden. Hal itu menggambarkan bahwa sekitar 49 persen penggunanya memberikan rekomendasi ke konsumen lainnya

NPS sendiri merupakan, salah satu tolak ukur utama bagi bisnis e-commerce. Dipelopori oleh Fred Reichheld, penulis The Ultimate Question, NPS adalah metrik loyalitas pelanggan yang memprediksi kemungkinan seorang pelanggan membeli kembali dari penjual atau merekomendasikan langsung kepada teman.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Antara
Kategori:Ekonomi, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww