Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
12 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
15 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
10 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Penampilan Cemerlang Randy Ady Prasetya Bersama Satya Wacana

Penampilan Cemerlang Randy Ady Prasetya Bersama Satya Wacana
Randy Ady Prasetya (Dok. iblindonesia)
Selasa, 07 September 2021 23:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Penampilan cemerlang Randy Ady Prasetya bisa dilihat dari statistik Satya Wacana Saints Salatiga. Pemain asal Padang, Sumatera Barat itu sudah lama memperkuat tim Satya Wacana.

Mahasiswa jurusan Desan Komunikasi Visual tersebut pernah bermain bersama tim Satya Wacana di beberapa turnamen sejak 2017. Bahkan, dia sempat muncul di IBL Tournament 2018 di Solo. Tapi baru dimasukkan dalam roster The Saints Salatiga di IBL 2021.

Sebagai rookie, Randy jelas bukan center utama Satya Wacana. Meski tingginya 202 cm, dia harus antre di belakang Bryan Adha Elang Praditya ketika bermain. Bryan masih jadi pilihan utama Coach Efri Meldi, terutama di sepanjang musim 2021 kemarin. Randy hanya diberi kesempatan bermain selama 8,2 menit per pertandingan.

Namun kembali lagi, potensi pemain tidak bisa dilihat dari menit bermain saja. Ada faktor lain yang membuat Randy punya masa depan yang bagus di liga. Randy sudah punya tinggi yang ideal sebagai pemain basket. Ternyata dia juga punya naluri bermain yang bagus, khususnya dalam offense dan defense. Selama IBL Pertamax 2021, dia mencetak field goals precentage 51,7% dengan rata-rata poin sebanyak 1,8 PPG. Sementara itu, Randy mampu merebut 2,4 RPG selama semusim.

Kemampuan bertahan Randy semakin diakui ketika ada catatan 13 block-shot dalam satu musim. Catatan block kedua terbanyak di tim Satya Wacana setelah Bryan Elang. Jadi walaupun kesempatan bermainnya tidak banyak, Randy bisa disebut pemain yang efektif dan punya potensi di masa depan.

Satya Wacana menjadi salah satu tim yang mencuri perhatian di IBL Pertamax 2021. Mereka menurunkan pemain-pemain muda. Tapi daya juang mereka di lapangan tidak perlu diragukan lagi. Musim depan, Satya Wacana akan lebih matang, baik secara usia dan permainan. Mereka bisa jadi ancaman di liga. ***

wwwwww