Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
16 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
16 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Atasi Konflik di Bumi Cendrawasih, Rerie: Kedepankan Nilai-nilai Kebangsaan

Atasi Konflik di Bumi Cendrawasih, Rerie: Kedepankan Nilai-nilai Kebangsaan
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Saat Sosialisasi Empat Pilar MPR di Unsoed Purwokerto. (Foto: Istimewa)
Kamis, 09 September 2021 14:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pemahaman nilai-nilai kebangsaan di Papua harus terus ditingkatkan dalam upaya mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan di Bumi Cendrawasih itu mengatasi konflik dan membangun daerah bersama-sama.

"Berbagai bentuk kekerasan dalam bentuk pembunuhan, pengrusakan dan penyerangan terhadap masyarakat dan aparat keamanan di Papua memang sangat memprihatinkan. Apalagi tujuannya bukan sekadar mengacau, tetapi sudah mengarah pada upaya-upaya untuk mengganggu eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/9/2021).

Pada Kamis (2/9/2021) pekan lalu, empat anggota TNI Angkatan Darat gugur dalam serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Diduga para pelaku adalah KKB dari luar Kabupaten Maybrat yang meneror masyarakat itu, karena tidak sepakat dengan sejumlah kebijakan pemerintah terkait otonomi khusus di Papua.

Lestari berpendapat, terus berulangnya cara-cara kekerasan dalam menghadapi setiap perbedaan pendapat di Papua harus segera dicegah dan diantisipasi.

Para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, tambahnya, harus segera merespon bentuk-bentuk ketidakpuasan tersebut lewat dialog intensif untuk menemukan akar masalah yang dihadapi masyarakat Papua.

Selain itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, berbagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan terhadap masyarakat dan para pemangku kepentingan di Papua harus konsisten dilakukan.

"Nilai-nilai yang terkandung dalam empat konsensus kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), harus benar-benar bisa dipahami dan diamalkan dalam kegiatan keseharian masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Papua," tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Penerapan strategi yang menyeluruh di Papua, jelas Rerie, agar upaya menanamkan nilai-nilai kabangsaan itu berjalan dengan baik dan bisa dipahami secara utuh oleh masyarakat.

Di samping itu, tegas Rerie, para pemangku kepentingan di pusat dan daerah juga harus konsisten dalam menegakkan aturan yang ada untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di wilayah Indonesia paling timur tersebut.

"Dengan konsisten menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam menghadapi setiap masalah bangsa, saya meyakini, berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia bisa diatasi dengan baik," tandasnya.

Rerie sangat berharap sejumlah insiden dan konflik yang terjadi di Papua bisa segera diselesaikan dengan mengedepankan semangat dialog dengan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, agar pembangunan di Bumi Cendrawasih itu dapat terus berjalan demi kemajuan Papua dan keutuhan NKRI.***

wwwwww