Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
19 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  PON

AJI Padang Kecam Sikap Ajudan Gubernur Sumbar

AJI Padang Kecam Sikap Ajudan Gubernur Sumbar
Dedi, ajudan Gubernur Sumbar. (foto: dok. ist. via gatra)
Sabtu, 11 September 2021 12:41 WIB
PADANG - AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Kota Padang, mengecam keras sikap ajudan Gubernur Sumbar karena dinilai telah menghambat dan mendikte tugas peliputan jurnalistik di lapangan.

Dalam lansiran Gatra, Ketua AJI Padang, Aidil Ichlas menegaskan, kebijakan atau sikap Gubernur Sumbar untuk berkomentar atau pun bungkam memang haknya sebagai narasumber. Namun dikte yang dilakukan ajudan dengan mengatur-ngatur jurnalis ialah pelanggaran serius UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Menurut Aidil, jika pihak luar redaksi mengatur-atur, sama halnya mencampuri independensi ruang redaksi, sehingga telah berpotensi melanggar Pasal 18 ayat 1 UU Pers.

"Dikte yang dilakukan bawahannya, mengatur-atur apa yang ditanyakan jurnalis kepada narasumber adalah pelanggaran serius UU Pers No. 40 Tahun 1999," tegas Aidil sebagaimana dikutip GoNEWS.co Sabtu (11/9/2021).

Sebelumnya, ajudan Gubernur Sumbar (Sumatera Barat) bernama Dedi, disebut mengancam wartawan agar tidak mempertanyakan kasus mobil dan surat sumbangan kepada gubernur.

"Wartawan tanya soal mobil dan surat, saya cut. Bapak (Gubernur Mahyeldi, red) tak suka itu," kata Haikal, jurnalis katasumbar menirukan ancaman ajudan Gubernur Sumbar itu.

Peristiwa ajudan melarang wartawan menanyakan soal kasus-kasus yang menyeret nama gubernur Sumbar dengan nada ancaman itu, disebut terjadi di area parkiran DPRD Sumbar.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Gatra
Kategori:PON, Voli, Sumatera Barat
wwwwww