Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
16 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  MPR RI

BP MPR RI Bantah Paksakan Amandemen UUD 1945

BP MPR RI Bantah Paksakan Amandemen UUD 1945
Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Djarot Saiful Hidayat dalam diskusi mengenai PPHN di Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2021). (foto: ist./mpr ri)
Senin, 13 September 2021 20:41 WIB
JAKARTA - Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Djarot Saiful Hidayat menegaskan, pihaknya tidak punya kewenangan untuk memutuskan Amandemen UUD 1945.

"Apalagi sampai mengatakan 'suka tidak suka amandemen akan kami lakukan'. Saya tidak pernah mengatakan demikian," tegas Djarot kepada GoNEWS.co, Senin (13/9/2021) malam.

Djarot menjelaskan, BP MPR hanya bertugas melakukan kajian yang hasilnya disampaikan ke pimpinan MPR. Untuk selanjutnya diserahkan kepada pimpinan untuk membahasnya dengan fraksi-fraksi di MPR termasuk fraksi DPD.

"Kami hanya menyampaikan hasil kajian kami atas apa yang sudah jadi rekomendasi MPR RI periode sebelumnya," tegas Djarot.

Pentingnya PPHN (Pokok-Pokok Haluan Negara), jelas Djarot, merupakan rekomendasi MPR RI periode lalu. Dan berdasarkan kajian BP MPR RI, Tap MPR bisa digunakan sebagai payung hukum untuk itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, MPR RI, DKI Jakarta
wwwwww