Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Olympic

Dikritik MUI, Dudung: Saya Ini Panglima Kostrad, Bukan Ulama

Dikritik MUI, Dudung: Saya Ini Panglima Kostrad, Bukan Ulama
Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurachman . (Foto: Istimewa)
Kamis, 16 September 2021 18:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurachman menegaskan bahwa dirinya bukanlah ulama.

Hal itu dikatakannya untuk menjawab kritikan sejumlah pihak termasuk pengurus MUI mengenai ucapannya beberapa waktu lalu.

Kala itu, Dudung menyebut bahwa semua agama benar di mata Tuhan. "Saya ini Panglima Kostrad, bukan ulama. Jika ulama mengatakan bahwa semua agama itu benar, berarti ia ulama yang salah," kata Dudung dalam keterangan persnya, Kamis (16/9).

Dia menegaskan bahwa dirinya membawahi prajurit yang berasal dari berbagai latar beragama. Letjend Dudung mengatakan bahwa dirinya tidak menginginkan anggotanya terjebak dalam fanatisme berlebihan.

"Kemudian menganggap agama tertentu paling benar. Sementara agama lainnya, salah," beber Letjend Dudung.

Dia menegaskan bahwa ucapannya mengenai semua agama benar itu berkaitan dengan semangat kebangsaan. Dengan demikian, tiap personel prajurit bisa mengedepankan toleransi umat beragama. "Semata-mata untuk menjaga toleransi antar-umat beragama. Sekaligus menciptakan kerukunan antar-umat beragama demi soliditas anggota Kostrad," tuturnya.

Sebelumnya, Letjend Dudung mengatakan bahwa semua agama benar di mata Tuhan. Hal tersebut dia utarakan ketika menghadiri acara di Markas Yonzipur 9/Para, Divif 1 Kostrad, Bandung, Senin (13/9).***

wwwwww