Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Bermula dari Kukuh, Program Ngopi dari Pertamina Raih Penghargaan

Bermula dari Kukuh, Program Ngopi dari Pertamina Raih Penghargaan
Ilustrasi roasting kopi. (foto: kopitop.com)
Sabtu, 18 September 2021 11:09 WIB
JAKARTA - Seorang pemuda bernama Kukuh Diki Presetia yang memiliki lahan kopi seluas 100 hektar di Ulubelu, Tanggamus, Lampung, menjadi pemicu lahirnya program Ngopi Doeloe dari PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang baru-baru ini mendapat penghargaan.

Kukuh yang merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu dikenal fokus mengembangkan perkebunan kopi, mulai saat tanam hingga pasca-panen. Juga, membangun kedai kopi berbasis edukasi di lahan rumahnya.

Dia juga memiliki kedai Kopi Beloe yang menjadi mitra pemerintah daerah untuk mengedukasi para petani dan anak muda seantero negeri yang ingin menekuni bisnis kopi.

Misalnya, meningkatkan kesejahteraan petani Ulubelu dan mengangkat kopi khas Lampung ini ke berbagai penjuru.

Hal ini, membuat PGE tertarik menciptakan program Ngopi Doeloe melalui program CSR (Corporate Social Responsibility).

"Awalnya 2018 itu rekan-rekan dari PGE suka ngopi di tempat saya. Kita ngobrol banyak, lalu kita dibantu dalam edukasi petani dan masyarakat Ulubelu dalam meningkatkan kualitas kopi dari sini," cerita Kukuh dikutip GoNEWS.co dari Antara, Sabtu (18/9/2021).

Bekerjasama dengan pemerintah setempat, program Ngopi Doeloe inisiasi PGE berfokus pada pengelolaan pasca-panen benih kopi dengan tujuan untuk menciptakan kemandirian petani kopi di Ulubelu dalam mengolah hasil panen sehingga berdampak pada harga jual kopi olahan yang lebih tinggi.

Program ini, membantu para petani mulai dari pembibitan, perawatan, panen, sortasi biji, penjemuran, sangrai/roasting, giling, pengemasan, pemasaran, dan pengolahan varian produk. Selain itu, PGE juga membentuk Rumah Belajar Kopi sebagai sarana bagi para petani untuk pengembangan pengetahuan kelompok petani dan masyarakat.

Adapun dari segi inovasi, ada tiga inovasi yang membantu para petani untuk mengolah benih kopi. Seperti inovasi pengering kopi memanfaatkan panas dari brine, inovasi sangrai hemat biaya, dan inovasi sortasi.

"Melalui program Ngopi Doeloe ini PGE bersama pemerintah setempat berkolaborasi melalui pengadaan alat produksi pasca panen, Rumah Belajar Kopi, pelatihan pasca-panen, inovasi mesin roasting, pembangunan mini-lab, mini coffee shop dan galeri penelitian kopi," kata Corporate Secretary PT PGE, Muhammad Baron dalam lansiran Antara, Jumat (17/9/2021).

Program ini, kini mendapat penghargaan Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA-2021) pada kategori Sustainable Development Goals (SDG’s) 8.31 dalam sektor pemberdayaan usaha/lembaga ekonomi masyarakat yang telah mendapatkan dukungan dari pemerintah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:antaranews.com
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta, Sumatera Utara
wwwwww